Komite SMK Negeri 1 Silangkitang: Uang Komite Rp.15.000, Hasil Rapat Dengan Orang Tua Murid

Labusel, JAPOS.CO

Menanggapi pemberitaan salah satu media online dengan judul ” Diduga Kutip Uang Rp.15.000 Kepsek SMK Negeri Silangkitang Enggan Dikonfirmasi”
Ketua komite Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Silangkitang Suyono melalui Wakil ketua Komite Supardi menyampaikan, Senin (23/9/2019) bahwa  uang komite Rp.15.000 yang dibebankan kepada setiap siswa per bulan  merupakan hasil kesepakatan pada rapat komite dengan orang tua siswa pada (12/1/2018) yang dihadiri oleh 60 % orang tau / wali murid.

Wakil ketua komite ini juga menjelaskan bahwa uang komite Rp.15.000 tersebut dipergunakan untuk honor Tata Usaha, honor oprator sekolah, honor penjaga sekolah, honor tukang kebun, honor penjaga perpustakaan, meningat sesuai dengan juknis BOS (Biaya Oprasional Sekolah) tidak dapat di keluarkan dari Dana BOS, jelasnya.

Supardi juga menjelaskan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) No.48 Tahun 2018 tentang   pendanaan yang dimuat pada pasal 51 ayat 5 huruf C yang menyebutkan bahwa sumber dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah berasal dari peserta didik atau orang tua / wali murid.

Dan pada pasal 1 ayat 4 dan angka 5 perturan menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah menentukan bahwa pungutan pendidikan yang selanjutnya disebut dengan pungutan adalah penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik, orang tua/ wali bersifat wajib, mengikat serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan.

Sedangkan sumbangan pendidikan yang selanjutnya disebut sumbangan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik orang tua / walinya baik perseorangan maupun bersama – sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela dan tidak mengikat satuan pendidikan.

Mengacu ketentuan tersebut maka SMA/SMK/SLB dapat melakukan pungutan pendidikan baik menggunakan istilah dana seperti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) ataupun uang komite.

Bagi siswa yang tidak mampu kami membebaskan dari uang komite jelas wakil Ketua Komite SMK Negeri 1 Sialangkitang.

Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Silangkitang Dra.Hesti Ermawan menyampaikan (23/9/2019) bahwa uang komite Rp.15.000 per bulan benar ada dan hal itu hasil kesepakatan dari rapat komite sekolah dengan orangtua/wali murid pada bulan januari 2018 dan uang tersebut dikumpul oleh bendahara komite Dwi Fitri Astuti dan dipergunakan untuk membayar honor.

Menanggapi pemberitaan salah satu media online yang menyebutkan bahwa Kepsek SMK Negeri Silangkitang enggan dikonfirmasi, “saya merasa berita ini terlalu mengadangada karena sebelumnaya saya bertemu dengan oknum wartawanya dan saya juga telah menjelaskan bahwa uang komite Rp.15.000 merupakan kesepakatan pada rapat komite dan orang tua murid pada bulan januari 2018 yang lalu.

“saya merasa pemberitaan yang dibuat oleh oknum wartawan salah satu media online ini sangat tidak berimbang dan telah melanggar kode etik, karena saya ada bertemu dan telah menjelaskan mengenai uang komite Rp.15.000 bahwa itu adalah hasil rapat komite dengan orangtua murid, tetapi semua jawaban saya tidak ada dimuat dalam pemberitaan” jelas Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Silangkitang.(At)

 701 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *