Dirut RSUP Dr (HC) Ir Soekarno Targetkan 300 Pasien Katarak Dan Hernia, Catat Tanggal Operasinya

Bangka Belitung, JAPOS.CO – RSUP Dr (HC) Ir Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel akan menggelar operasi katarak dan hernia secara gratis alias cuma-cuma tanpa dipunggut biaya sepeserpun.

Adapun operasi akan digelar selama tiga hari 28-29-30 Oktober 2019 bertempat di RSUP Ir Soekarno dengan menargetkan sebanyak 300 pasien dari Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Direktur RSUP DR (HC) Ir Soekarno, dr Armayani Rusli mengatakan semua persiapan sudah matang dilakukan termasuk dokter dan peralatannya tinggal menunggu jumlah pasien yang mendaftar agar lebih banyak lagi.

“Operasi katarak dan hernia ini kami targetkan 300 pasien. Namun kita cari sebanyak 500 pasien dengan alasan tidak semua pasien saat mau dioperasi tensinya ada yang tinggi. Saat ini jumlah yang mendaftar baru sekitar 130 pasien, ” kata Armayani saat di temui di kantornya, Rabu (18/9).

Dikatakan Armayani, acara ini digagas oleh Himpunan Bersatu Teguh (HBT) yang dipimpin dr Andreas dari Provinsi Sumatera Barat.

“HBT ini adalah perkumpulan warga keturunan (Thionghoa) yang ada di Sumatera Barat. Kebetulan dr Andreas sebagai ketua dan teman dekat pak Kajagung. Dulu Pak Prasetyo tahun 1993-1994 pernah Kajati di Sumatera Barat. Kebetulan dr Andreas juga kakak tingkat saya sewaktu di Universitas Andalas. Semua dana termasuk dokter dan peralatan sudah disiapkan, ” ungkapnya.

Disebutkan Armayani, nantinya ada sebanyak 10 orang dokter spesialis yang menangani semua pasien yang akan dioperasi.

“Kita siapkan sebanyak 10 orang dokter spesialis dari Padang, Pekanbaru, Lombok dan Banjarmasin. Kalau dokter kita dari RSUP Ir Soekarno disuruh belajar dulu. Soalnya untuk menjadi dokter spesialis butuh waktu 15 tahun dan untuk jadi dokter sub spesialis 2 tahun, ” bebernya.

Adapun untuk menjadi syarat peserta operasi, sambung Armayani, terpenting diagnosa katarak.

“Selain diagnosa katarak ada juga heterigium ada bintik atau lemak di mata. Sedangkan untuk operasinya cepat hanya dibutuhkan 10 menit satu pasien dengan 10 meja operasi,” ujarnya.

dr Armayani Rusli mengungkapkan untuk operasi katarak nanti prosesnya mudah dan cepat.

“Nanti peserta operasinya tua-tua ada yang berumur 60-70 tahun. Sebelumnya kami akan lakukan tensi darah dulu. Setelah itu operasinya pakai jarum suntik, disedot lemaknya, dimasukkan lensa yang baru dan tidak pakai dijahit, ” ujarnya.

Lebih jauh Armayani mengatakan penyebab dari katarak adanya penyakit diabetes atau kencing manis.

“Penyebab dominan katarak biasanya diabetes dan proses penuaan. Jadi katarak itu definisinya lensa mata itu menjadi putih dan mengurangi pandangan. Nantinya operasi mata katarak hanya satu tidak boleh sekaligus dua mata. Takutnya kalau tidak berhasil jadi keduanya buta, ” urainya.

Terakhir untuk pendaftar kata Armayani, pasien atau keluarganya bisa mendaftar secara online di puskesmas berjenjang, kabupaten/kota dan provinsi.

“Awalnya jadwal operasi tanggal 19 Oktober. Berhubung banyak acara nasional jadi diundur tanggal 28-29-30 Oktober. Satu hari persiapan kita, satu hari kemudian cek pasien (kontrol) dan hari ketiga pelaksanaan operasi. Jadi untuk yang jauh-jauh kami siapkan ruang menginap,” tandasnya.(Oby)

119 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!