Ahli Waris: Diteror, Didatangi Preman, Kita Yang Punya Dilaporin Penyerobotan

Jakarta, JAPOS.CO – Puluhan ahli waris datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur guna meminta keadilan atas kasus penyerobotan tanah, Senin (16/9).

Seperti diketahui bahwa atas kasus ini melibatkan Direktur PT Taruma Indah, Rawi Sangker yang sudah dijadikan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 266 ayat (1)KUHP, subsider Pasal 266 ayat (2) KUHP, subsider Pasal 263 ayat (1) KUHP dan Pasal 263 ayat (2) KUHP.

Madrais selaku ahli waris pemilik lahan 8300 meter berharap terdakwa penyerobotan tanah dihukum seberat-beratnya.

“Kalau bisa dihukum seberat-beratnya karena uapaya pengambilan tanah dilakukan dari tahun 1994 silam dan terakhir saya menempati pada tahun 1997, ” jelas Madrais kepada awak media.

Menurut Madrais, status tanah sekarang sebelum mereka melakukan pengusiran sudah dikuasai kembali.

“Saat ini saya kuasain terus, “ujarnya.

Namun dalam penguasaan tersebut tidak hanya diteror, kata Madrais dirinya sampai dilaporkan ke pihak berwajib.

“Saya sampai diteror, didatangi preman, ya polisi, ya tentara termasuk ormas-ormas, ” ungkapnya.

Madrais merasa heran, tanah yang menjadi miliknya namun dirinya dilaporkan ke pihak berwajib.

“Bisa-bisanya saya dilaporin penyerobotan tanah, kok kita yang punya dilaporin penyerobotan, “terangnya.

Sementara PT Taruma Indah, kata Madrais mengakui tanah tersebut hanya memiliki SK Gubernur, tidak tahu punya dari mana asalnya.

“Mau saya kalau memang punya dia, buktiin aja kalau punya dia benar, kalau sudah dibebasin, ada ambil, ngapaik ribut-ribut saya orang kampung, “ujar Madrais.

Saat ini, kata Madrais tanah dikuasai hingga memiliki kekuatan hukum dan dirinya siap dilaporkan jika tanah tersebut bukan miliknya.

“Kalau bukan tanah saya, tangkep hukum, kalau saya merebut tanah orang, “terangnya.

Madrais berharap kalau bukan punyanya keluarlah itu punya dirinya.

“Jika ada bukti dan dibebasin sertifikat, ambil tembak saya, “tegasnya.

Dikesempatan yang sama ahli waris, Suryadi menambahkan adanya pemberitahuan dari pihak Pulogadung stel melaporkan ke Propam agar meminta diturunkan plang dari Siti Khodijah.

“Saya yang menjadi ahli waris atas nama Siti Khodijah dari girik 513 Persil 155 dengan luas 8500 meter persegi berharap agar tanahnya kembali, ” terangnya.

Suryadi berharap agar dimenangin biar dikembalikan kepada ahli waris sekarang.(red)

736 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!