Julia Putri Noor Ikut Bertarung di Pilwalkot Makasar 2020

Makasar, JAPOS.CO – Perhelatan Pemilihan Walikota Makassar masih menyisakan waktu sekira 1 tahun. Sejumlah figur sudah mulai untuk ikut pada pesta demokrasi 5 tahunan itu. Tidak terkecuali dari kalangan perempuan. Kini muncul Tokoh perempuan yang membuktikan keseriusannya ikut bertarung Pada pemilihan Walikota Makassar 2020 mendatang.

Julia Putri Noor (JPN) membuktikan keseriusannya ikut bertarung di Pemilihan Walikota Makassar (Pilwalkot) 2020 dengan mendaftar dan mengembalikan Formulir di Partai PDI Perjuangan hari ini, Sabtu (14/9) malam.

Kehadiran tokoh perempuan yang baru saja terpilih sebagai ‘Top Woman Professional’ ini, tentu memberi warna tersendiri dalam percaturan politik di Pilwali Makassar.

Wanita cantik kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini diketahui adalah cucu Mayor Purn Dr. H Arifin Noor dan Kolonel Pol As Gani.

Saat mengembalikan formulir pendaftaran ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Makassar, wanita yang biasa disapa Julia ini, datang bersama sejumlah timnya dan diterima langsung oleh pengurus PDI Perjuangan.

“Alhamdulillah, tadi kami sudah mendaftar secara resmi di PDIP. Saya datang bersama tim, dan diterima pengurus PDIP Makassar,” ucap Julia.

Selama ini, Julia Putri Noor dikenal aktivis wanita pegiat perlindungan anak melalui lembaga yang didirikannya, yakni Jendela Pendidikan Nusantara (JPN).

Pengabdian dan dedikasi Julia Putri Noor tersebut, tampaknya tidak bertepuk sebelah tangan, bisa jadi berbuah manis. Pasalnya, Ia kini telah mantap menjadi bakal calon Walikota Makassar 2020 mendatang.

Sementara itu, Ketua Tim Anshar Ilo yang mendampingi Julia mendaftar optimis akan mengendarai PDIP di Pilwalkot Makassar. Apalagi, kata dia dari sekian banyak calon yang mendaftar Julia merupakan satu-satunya perempuan.

“Kami optimis mengendarai PDIP di Pilwalkot Makassar mendatang. Untuk itu, kami juga berharap PDIP selektif dalam melakukan penjaringan,” ungkapnya.

Anshar menambahkan, Julia Putri Noor maju pada kontestasi politik lima tahunan itu, bukan karena ambisi, melainkan karena dorongan dari masyarakat milenial dan sejumlah tokoh.

“Kami tegaskan bahwa gerakan ini adalah gerakan akar rumput. Terbukti satu bulan ini kita turun dan respon masyarakat milineal sangat besar,” pungkasnya.(Red)

34 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!