KKU Darurat Asap, Penyakit ISPA Serta Air Bersih

Kayong Utara, JAPOS.CO – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kayong Utara mengakibatkan krisis air bersih dibeberapa kecamatan, serta dikuti tebalnya kabut asap yang membuat penyakit saluran pernapasan semakin meningkat. Walau belum mencapai jumlah peningkatan yang signifikan, warga yang menderita penyakit batuk dan sesak napas masih dalam batas wajar sebagaimana pantauan dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara pada beberapa puskesmas dan rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan KKU, Bambang Subarkah menjelaskan mengenai langkah pencegahan dan penindakan apabila terjadi peningkatan pasien di puskesmas atau rumah sakit akibat penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kami telah mengedarkan surat berisi himbau kepada setiap puskesmas dan rumah sakit mengenai langkah dan upaya penindakan apabila terdapat peningkatan jumlah pasien,” katanya kepada Japos.co, Rabu (11/9).

Menurut Bambang, langkah yang dilakukan pihaknya terjun langsung untuk memantau kondisi  terkini yang terjadi ditengah masyarakat. Bahkan, langkah sederhana berupa pembagian masker bagi masyarakat dan para Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah dilakukan.

“Kami sudah membagi masker ke kantor-kantor yang ada di KKU, karena selama inikan pembagian masker dilakukan oleh masyarakat diruas jalan protokol, untuk kali ini kamipun langsung melakukan,” ujar kadinkes.

Melihat kondisi kemarau panjang disertai kabut asap berdasarkan data kantor lingkungan hidup terdiri dari tiga kondisi, yaitu waktu pagi hari status cuaca dalam kondisi tidak sehat, menjelang siang katagori berbahaya sedangkan menjelang sore hingga malam masuk katagori tidak sehat.

Bambang menghimbau pada masyarakat untuk menghindari aktivitas diluar rumah, meskipun mendesak sebaiknya menggunakan masker atau alat penutup hidung dan mulut.

“Dalam kondisi begini sebaiknya banyak minum air putih dan mengkonsumsi buah dan sayuran,” himbaunya.

Sementara Bupati Citra Duani memahami kondisi krisis air yang terjadi pada warganya. Dikatakan bupati, dia telah memerintahkan kepada dinas terkait untuk segera mensuplai air bersih khususnya kepada daerah-daerah yang krisis.

”Saya telah perintahkan kepada OPD terkait untuk cepat membagikan air bersih buat daerah yang krisis air, walau dalam pembagianya terjadi riak-riak dari masyarakat itu adalah hal manusiawi, namun janganlah mengambil air tersebut dengan memonopoli diri sendiri, berbagilah,” jelasnya.

Kedepannya, dirinya bersama DPRD KKU telah mempersiapkan Peraturan Daerah sebagai payung hukum untuk berdirinya Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ). “Insyaallah Tahun depan rencana tersebut sudah bisa direalisasikan,” tutupnya. (muzahidin)  

 

 416 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *