Lanjutan Sidang Pemeriksaan Saksi Dari Tergugat Halasan Mangunsong dan Berlin Siagian Di PN Pekanbaru

Pekanbaru, JAPOS.CO – Kasus sengketa tanah di Jl Cipta Karya Panam dengan pihak penggugat Hotman Simanjuntak, masih bergulir di PN Pekanbaru. Kasus ini sudah menelan waktu hampir 10 tahun, dimana Hotman Simanjuntak dinyatakan sudah kalah di PN pekanbaru dan MA.

Bermula para tergugat membeli tanah dari Hotman simanjuntak dengan cara mencicil dan setelah lunas tergugat Halasan mangunsong dan Berlin Siagian mendapat surat tanah berupa SKGR dari Hotman Simanjuntak. Selang beberapa tahun kemudian didapati bahwa Hotman Simanjuntak telah menjual kembali tanah tergugat kepada seseorang bernama  Woodie.

Akhirnya pihak tergugat melaporkan Hotman ke Polda Riau, oleh Kasubdit II Direskrimum menetapkan Hotman sebagai Tersangka dan melanggar pasal 378 jo 372 KUHP pidana penipuan dan/atau penggelapan.

Pada Sidang pemeriksaan saksi menghadirkan saksi dari tergugat biasa dipanggil Ibu Purba (boru Hutasoit). Dengan gamblang ia mengatakan bahwa pada tahun 1985  Berlin Siagian dan Halasan mangunsong bersama dirinya dan teman-teman se-parsahutaon beramai-ramai ikut membeli tanah dari Hotman Simanjuntak dengan cara mencicil dan bagi yang lunas mendapat surat tanah dari Hotman berupa SKGR seperti Berlin dan Halasan.

Dikatakannya bahwa dirinya dan suaminya ketika itu ikut mencicil tanah itu dan sudah mencicil sebanyak Rp. 240.000. “Berhubung saat itu keadaan kami sangat sulit tidak punya uang lagi untuk melunaskan tanah itu, akhirnya dengan memberanikan diri saya menemui Hotman di rumahnya dan mengatakan bahwa kami sudah tidak sanggup lagi untuk melunasi tanah itu,” sambungnya.

“Pada saat itu suami saya jatuh sakit dan membutuhkan uang untuk biaya pengobatan suami saya dan memohon agar uang yang sudah sempat kami cicil itu dikembalikan kepada kami. Ketika itu Hotman malah marah kepada saya dan mengusir saya dari rumahnya Pak Hakim, Hotman tidak mau mengembalikan sampai hari ini. Padahal saat itu kami benar-benar sangat membutuhkan uang untuk berobat suami saya,“ tambahnya.

“Waktu itu kami ada 15 KK yang ikut membeli tanah itu dan setahu saya banyak gagal tidak sanggup melunaskan. Dan setahu saya hanya Berlin Siagian dan Halasan Mangunsong yang mencicil sampai lunas,” terangnya.

Kuasa hukum Halasan Mangunsong, Daud Pasaribu SH mengatakan berdasarkan pemeriksaan saksi, baik dari pihak penggugat maupun tergugat, semua sudah jelas bahwa tanah itu memang milik dari kliennya. “Lagi pula MA sudah menolak gugatan Hotman. Dengan sudah ditetapkan Hotman sebagai Tersangka maka seharusnya Hotman sudah di tahan oleh Polda Riau,” ujar Daud.

Kuasa hukum Berlin siagian Jaka Marhaen SH mengatakan bahwa sebenarnya tidak terlalu sulit menyelesaikan kasus ini. “Saya lihat memang kurangnya ketegasan dari pihak penegak hukum dalam bertindak dan pidananya Hotman harusnya sudah berjalan,” tegas Jaka.

Kedua lawyer ini mengharapkan agar masalah penentuan posisi hukumnya segera selesai, sehingga Berlin Siagian dan Halasan Mangunsong sesegera mungkin mendapatkan haknya kembali. (TIM)

 327 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *