Pihak SPBU Melakukan Pembiaran Pembelian Bensin Dengan Jerigen

Pekanbaru, JAPOS.CO – SPBU (Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ) yang berada di Desa Sumber Sari Kecamatan Tapung Hulu, Kab Kampar diduga melanggar Undang-Undang Aturan Niaga BBM Pasal 53 UU Nomor 22 tahun 2001, Undang -Undang RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Undang-Undang Pers  No 40 Tahun 1999.( Barangsiapa yang menghalang-halangi Tugas Jurnalistik Dikenakan kurungan 2 (dua) Tahun Penjara  Atas Denda Rp 500.000.000( Lima Ratus Juta Rupiah).

Dari pantauan Japos.co dilapangan ada temuan beberapa unit mobil col penuh bermuatan jarigen yang berisi premium, dan juga ada yang melangsir jeregen berisi premium memakai angkong membeli BBM jenis premium di SPBU tersebut, diperkirakan jeregen yang berisi premium sebanyak lebih kurang 250,000 jeregen (1jeregen 30 leter), Kamis (5/9).

Ketika dikonfirmasi kepada salah satu pemilik mobil, pihak petugas SPBU menghalang-halangi dan mematikan lampu yang ada di sekitar SPBU. Diduga perbuatan petugas SPBU mematikan lampu untuk melindungi perbuatannya, agar pihak Japos.co tidak dapat memfoto dan mengatahui kebenaran.

“Saya ada izin dari Bpk Camat Tapung Hulu, tentang pengambilan premium ini, “dengan ketus.

Pemilik mobil mengeluarkan surat izinnya, yang diperlihatkan kepada Japos.co. Namun setelah mengambil foto surat dengan gerak reflek pemilik surat izin tersebut merampas suratnya, sehingga tangannya membentur rahang tim Japos.co sehingga terjadi keributan. Namun keributan dapat dilerai setelah datang dari Polsek Tapung Hulu.

Sementara seorang pembeli yang enggan disebutkan namanya yang menggunakan jeregen mengaku bahwa mengisi jeregen membayar Rp.8000 (delapan ribu rupiah) perjeregen kepada petugas SPBU.

Hal ini terjadi dikarenakan pihak SPBU melakukan pembiaran melayani pembeli yang mempergunakan jeregen dengan meraih keuntungan upah pengisian.

Seharusnya yang melayani eceran BBM adalah pertamina, dan pertamina(SPBU) melarang masyarakat beli BBM untuk dijual lagi.

Dampak  pembelian BBM dengan memakai jeregen mencapai ratusan, mengakibatkan kesulitan konsumen lain untuk mendapatkan BBM di SPBU, disebabkan cepat habis dan akan mengganggu ketertiban umum.

Dalam hal ini melanggar Aturan Niaga BBM pasal 53 UU No 22 tahun 2001.Tentang Migas dengan acaman hukuman maksimal Enam (6) tahun penjara dan denda Rp 30 Millar. (Ramnur) 

 

 555 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *