KUD Halilintar Merasa Dipermainkan Pemkab Kampar

Kampar, JAPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Kampar harus bertanggung jawab dalam memfasilitasi tuntutan KUD Halilitar seluas 1700 Ha di luar HGU PT Pertisa yang terletak perkebunannya di Desa Siabu Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. 

Tokoh masyarakat Desa Siabu Datuk Melayu yang peduli terhadap Ulayatnya telah berjuang untuk mengambil haknya kembali melalui wadah KUD Halilintar bersama sanak kemanakan.  

Beberapa tahun yang lalu, Ulayat Datuk Melayu telah diperjual belikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab kepada PT Pertisa. Kemudian Datuk Melayu mengadakan musyawarah dan mupakat bersama sanak kemanakan mendirikan KUD Halilitar yang diketuai oleh IR Saruman, Pembina Jhon Barel dan Sutrisno.  

Pada Kamis (29/8) sekitar jam 11 wib, diadakan rapat di ruang Bupati yang di hadiri beberapa Intansi Pemerintahan.  

Tiga orang KSP (Kantor Staf Presidan) Ketua Irhash Ahmadi sebagai Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria Republik Indonesia, Kepala BPN Kabupaten Kampar Abdul Azis, Kadis BUN Kabupaten Kampar Bustan, Ketua KUD Halilitar berserta pembina Jhon Barel dan Sutrisno, Datuk Melayu dan masyarakat Desa Siabu.  

Rapat dipimpin oleh Ahmad Yuzar selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra mewakili Bupati Kampar. Dirinya mengatakan bahwa Bupati Kampar tidak bisa hadir memimpin rapat karena sakit. “Saya diunjuk untuk memimpin rapat oleh beliau,” jelasnya. 

Ahmad Yuzar selaku pimpinan rapat menyarankan agar rapat kordinasi dengan hati dingin dan diselesaikan secara diologis. 

Sementar Irhash Ahmadi menyampaikan dalam rapat bahwa 600 lebih kasus permasalahan Agraria dari beberapa daerah di meja KSP yang belum terselesaikan. 

“Kami datang sebagai Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dari Jakarta untuk mengkordinasi dan mempercepat penyelesaian tiga permasalahan kasus Agraria di Kabupaten Kampar, yakni kasus KUD Halilitar dengan PT Pertisa dengan tuntutan 17.000 Ha diluar HGU, kasus KUD 5 desa dengan PT RSU Agro Abadi dan kasus Koperasi Perani Sahabat Lesrari dengan PT Ara ara Abadi. Kami harap Pemkab Kampar dapat membantu dan memfasilitasi agar permasalahan ini cepat selesai sesuai dengan Program Presiden RI,” harapnya.

Ketua KUD IR Saruman merasa kecewa dan marah melihat kebijakan Pemkab Kampar yang mengambil keputusan tidak tepat dan tidak benar pada 8 bulan yang lalu.  

“Saya berjuang bersama Datuk Melayu, KUD Halilitar yang menutut tanah di luar HGU PT Pertisa. Mengapa Pemkab Kampar rapat di Pekanbaru bukan di kantor bupati, kenapa saya tidak diundang selaku penuntut. Pemkab Kampar mengambil kebijakan/keputusan hasil rapat diberikan kepada koperasi yang tidak berjuang (menuntut) berupa konfensasi Rp. 500.000 per bulan dan tanah seluas 600 Ha pemberian dari PT Ciliandra Perkasa Grup (HGU Atas Nama PT Pertisa). Melihat permainan Pemkab Kampar yang tidak benar, maka saya melaporkan permasalahan ini ke tingkat yang lebih tinggi di KSP Kantor Staf Presiden,” ungkapnya. 

Adapun notulen dalam rapat kordinasi di Pemkab Kampar sebagai berikut : 

  1. Pemkab Kampar akan membuka komunikasi dan informasi untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan tiga konflik yakni kasus KUD Halilitar dengan PT Pertisa terkait tanah di luar HGU, kasus KUD 5 Desa dengan PT RSU Agro Abadi dan Koperasi Petani Sahabat Lestari dengan PT Ara ara Abadi. 
  2. Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar akan melaksanakan arahan dari Kementerian  ATR/BPN RI dan Kanwil BPN Provinsi Riau terkait penyelesaian sebagaimana disebut dalam poidn pertama.
  3. Para pihak bersepakat untuk menempuh cara-cara penyelesaian konflik Agararia sebagaimana disebut di dalam poin pertama diatas secara dialogis. 
  4. Perkembangan proses penyelesaian masalah ini akan dilaporkan kepada Kantor Staf Presiden.  

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Kampar akan memfasilitasi pertemuan antara Ketua  KUD Halilitar IR Saruman dengan PT Pertisa atas nama HGU yang telah di take over oleh PT Chiliandra Perkasa Grouf. (Ramnur)

 1,346 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *