Kejari Jaktim : Seorang Jaksa Diibaratkan Profesi Seorang Arsitek

Jakarta, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri Jakarta Timur gelar media gathering di lapangan Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (2/9).

Turut hadir dalam acara tersebut Kasie Pidum, Ahmad Fuadi, Kasie Pidsus, Milono, Kasie Intel, Ady Wira Bhakti, Kasubag BIN, Kasie Datun serta staf dan jajarannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kajari Jaktim), Yudi Kristiana menyampaikan Jaksa mewakili kepentingan masyarakat.

Menurut Yudi, Jaksa mewakili kepentingan publik, publik interest (kepentingan publik). Pekerjaan jaksa adalah arsitek, arsitektur adalah pekerjanya. Arsitektur bukan sekedar pasal A,B dan C yang hanya bisa meneruskan saja.

“Penegak hukum dalam hal ini seorang Jaksa harus mampu menangani perkara seperti dibaratkan profesi seorang arsitek, “jelas Yudi saat bertemu dengan sejumlah wartawan.

“Selain dituntut bekerja secara profesional, menurut dia, Jaksa dilingkungan Kejari Jaktim diyakininya termasuk bagian dari penegak hukum yang baik, “terangnya.

Ia menambahkan, dirinya lebih mengedepankan sisi positif ketimbang mencurigai dari sisi kelemahan.

“Saya yakin teman-teman di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur orang baik yang bisa kita dorong sisi baiknya dari pada mencurigai sisi lemahnya. Kebaikan dimulai dari diri kita sendiri,” ungkapnya.

Namun demikian, Yudi lebih memberikan kebebasan bagi anggotanya dengan warna yang berbeda.

Sebagai pimpinan di Kejari Jaktim, kata Yudi, langkah-langkah tersebut diambil untuk mengedepankan kepercayaan tanpa mengurangi profesionalitas.

“Kami memberi warna yang berbeda otoritas independen kepada anggota saya tanpa mengurangi profesionalitas. Saya ingin mengembalikan paradigma mengedepankan kepercayaan, “tutupnya.(red)

 554 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *