Rehabilitasi Pembangunan SDN Klagen Diduga Sarat Dengan Korupsi

Sidoarjo, JAPOS.CO – Kegiatan rehabilitasi ruang kelas dengan kerusakan berat  yang berlokasi di SDN Klagen Kec Sukodono, Kab Sidoarjo yang dikerjakan secara  Swakelola oleh panitia pembangunan dengan penanggung jawab Kepala Sekolah Jamitri dengan sumber dana DAK APBN tahun anggaran 2019 dan waktu pelaksanaan 150 hari kerja dengan besaran biaya Rp. 613.242.000,00.

Dari hasil investigasi yang dilakukan Japos.co ditemukan beberapa item pekerjaan yang diduga sengaja dikurangi kualitas dan kuantitasnya dan faktanya hal tersebut dilakukan oleh mandor atas perintah kepala sekolah.

Seperti pada item-item pekerjaan pembongkaran tembok, sloof, kolom praktis, plesteran yang diduga sengaja tidak dibongkar dengan tujuan agar memperoleh keuntungan berlebih dengan cara melawan hukum ( menyalahi spektek).

Untuk bahan baku material  berupa Besi untuk kolom praktis besi beughel juga tidak luput dari aksi ajang cari untung misalnya untuk besi lajur kolom praktis dan poor ( sepatu ) dari ketentuan menggunakan besi 12mm ditemukan menggunakan besi 10,57mm dan untuk besi beughel ketentuan besi 8mm dipasang besi 5,58mm belum lagi untuk sloof dan ring dengan ketentuan menggunakan besi lajur 10mm dan beghel besi 6mm tapi kenyataanya menggunakan besu 7,64mm dan menggunakan besi 2,37mm untuk beughel

Saat Kepala sekolah SDN klagen, Jàmitri yang dikonfirmasi langsung di lokasi mengatakan bahwa ukuran besi memang kurang dari ketentuan tapi pihaknya sudah berusaha membeli ukuran besi yang sesuai tapi tidak ada.

Sementara PPK (pejabat Pembuat Komitmen ) DAK dari dinas pendidikan Kab Sidoarjo yang juga sekretaris dinas Pendidikan, Tirto Adi saat dikonfirmasi Japos.co melalui seluler tidak ada jawaban.

Sementara Ketua LSM WAR, Ir Didik Wahono SH MSi saat dimintai tanggapan terkait dugaan korupsi dalam rehabilitasi SDN Klagen menyayangkan terjadinya peristiwa ini menurutnya uang rakyat dari APBN yang diprioritaskan bagi kepentingan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan harusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan infrastruktur pendidikan yang optimal.

“Kurang perhatian yang bagaimana lagi pemerintah memperhatikan kesejahteran guru mulai dari tunjangan kinerja dan tunjangan tunjangan lain sampau gaji 13 telah diberikan maka saya sangat menyayangkan peristiwa tindakan kepala srkolah atas aksi cari untung dengan mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan rehab, ” terang Didik saat ditemui dikntornya, Sabtu (24/8).(ZEIN)

 759 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *