Memalukan, Tak Bisa Bayar Intenet Jaringan CCTV Kota Pekanbaru Mati Total

Pekanbaru, JAPOS.CO – Proyek pengadaan Area Traffic Control Sistem (ATCS)  yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pekanbaru merupakan salah satu  fasillitias penunjang program Walikota Pekanbaru DR. Firdaus, MT  untuk menjadikan Kota Pekanbaru  sebagai “Smart City”.

Namun sangat disayangkan ada sebanyak  35 titik jaringan CCTV yang diadakan tahun 2018 lalu, tidak dapat dipergunakan karena kondisinya mati total.

Menurut Kepala Seksi Infrastruktur Kota Pekanbaru, Fauzan, ke 35 titik jaringan CCTV ini tidak dapat difungsikan sama sekali bukan karena kerusakan atau Faktor lain akan tetapi  akibat Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pekanbaru tidak mampu membayar tagihan Internet ke Pihak IndiHome. Menurutnya sudah satu bulan ini CCTV  tersebut tidak berfungsi, memang tidak semua ada sebagian yang hidup.

Kepada Japos.Co, Fauzan menuturkan bahwa Diskominfo terhutang pembayaran jaringan  Internet  kepada IndiHome.

“Besarnya biaya interenet untuk satu titik sebesar Rp 500 ribu rupiah. Tetapi karena anggaran dirasionalisasi sehingga anggaran untuk beban Internet menjadi tidak ada. Tetapi sudah dianggarkan pada APBD perubahan tahun ini. Sebenarnya angka beban internet tersebut tidaklah  terlalu fantastis jika dikali  dengan 35 titik hanya Rp 17.500.000 (Tujuh Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan itu bukan angka yang terlalu besar  untuk mendukung program unggulan Walikota Pekanbaru, ”ujar Fauzan di kantornya, Selasa (20/8).

Pantauan Japos.Co di lapangan, kamera pengawas tersebut dipasang secara semrawut. Ada yang ditempel di tiang lampu merah, di tiang listrik Penerangan Jalan Umum (PJU), bahkan ada yang di atas tiang reklame.

Kamera-Kamera Pengawas ini (CCTV) dipasang oleh Dinas Kominfo, Pusat Kontrol berada di Kantor Dinas Kominfo yang dikendalikan dengan satu layar komputer saja.

Ke 35 titik CCTV tersebut diketahui mati setelah diadakan pengecekan melalui CCTV Pekanbaru.co.id. Kamera CCTV yang diketahui tidak berfungsi tersebut terletak di Jembatan Siak 3, Awal Bros Jl. Sudirman, Menara Telkom, Sp. Mall SKA, Jl. Soekarno Hatta-Arifin Acmad, Depan Mall Pekanbaru, Jl. Sudirman, Halte Telkom, Ahmad Dahlan-jl. Durian, Jl. Lobak-Jl. Melati, Sp. Subrantas dan Jl. Garuda Sakti, Jl. M.Yamin-Ahmad Yani, Jl. Jendral Sudirman -Jl. T.Tambusai, Jl. Riau-Rumbai, Sudirman Square, Ramayana -Sukaramai, Simpang Marpoyan- Pasir Putih, Batrai Q Marpoyan, Labersa-Parit Indah, Pasar Bawah, Sp. Durian–Soekarno Hatta, Jl. Harapan Raya, Jl. Kelapa Sawit, Jl. Bukit Barisan, Jembatan Siak-1, Jl. Air Hitam, Kantor Walikota, Rumah Dinas Walikota, Teminal Akap, Simpang Palas, Tugu Songket, Simpang Bandara SSK II, Pelabuhan Sungai Duku, Bank Riau Pasar Pusat.

Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pekanbaru tahun 2018 lalu ada dua kegiataan pengadaan, Fauzan Kepala seksi infrastruktur membenarkan kegiatan pengadaan CCTV pada tahun 2018 lalu.

“Ya, memang ada pengadaan dan pemasangan CCTV, tetapi yang kami lakukan pada tahun lalu dan perlu saya jelaskan, memang ada dua kegiatan yang direncanakan  untuk  pengadaan jasa sewa CCTV, yang pertama  kegiatan sebesar  Rp. 930 Juta untuk volume 20 UT. Tetapi yang Rp  930 Juta tidak jadi dilaksanakan akibat adanya Rasionalisasi Anggaran” jelas Fauzan

“Kemudian  yang kedua sebesar  Rp. 300 Juta untuk pengadaan CCTV Outdoor  20 set. Memang tadinya kita mau sewa jasa ATCS sebanyak 15 UT dengan Spek Eropa, 36 kali Zoom ternyata peminat tidak ada, lalu dirasionalisasi karena anggarannya  tidak ada. Kemudian dilaksanakan pengadaan  kamera CCTV sebanyak 20 set  dengan kemampuan  25 kali Zoom sebanyak 20 titik.  Nilai kegiatan sebesar Rp  300 juta, tetapi hanya pengadaan barangnya saja, soal dimana kameranya diletakkan, Dinas perhubungan lah yang menentukan, ” terangnya lagi.

Sepertinya Fauzan tidak mau dipersalahkan dengan kondisi CCTV yang semrawut itu.

Sementara ini Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso  belum dapat dihubungi, bahkan teleponnya tidak aktif. Menurut salah seorang staff-nya, Yuliarso sedang tidak berada di kantor. (Tim)

 

 905 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *