Korupsi Di Tirtawening, Kejati Jabar Pun Tertegun

Bandung, JAPOS.CO – Dugaan korupsi miliaran rupiah di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung semakin redup. Sejak awal, banyak pihak menduga kasus yang hingar bingar dan membuat banyak pejabat terkait tak nyenyak tidur itu akan meredup. Pihak Kejaksaan Tinggi Jabar yang berjanji akan melakukan pendalaman terkesan gamang dan tertegun. Hal ini dikatakan Fidelis Giawa, SH, seorang pegiat anti rasuah di Kota Bandung.

“Belum terdengar pihak Kejati Jabar menindaklanjuti dugaan korupsi yang sebegitu hingar bingarnya. Seharusnya langsung dibikin tim oleh Asisten Pidana Khusus dan memeriksa beberapa pejabat terkait untuk digali keterangannya. Saya rasa perlu transparansi mengungkap dugaan korupsi di PDAM Tirtawening mengingat nilai proyeknya cukup besar Rp. 63 miliar. Pihak PDAM Tirtawening mengaku telah mem-blacklist kontraktor yang telah diputus kontraknya sejak Februari 2019 lalu. Coba buka LPSE kontraktor bermasalah itu justru tidak di masukin daftar hitam. Artinya pihak kontraktor tersebut masih bisa mendapatkan pekerjaan saat ini, “paparnya.

Dilanjutkan Fidelis, pihak Kejati Jabar jangan berdalih memperdalam karena terlalu dalam akhirnya gelap gak kelihatan.

“Sebenarnya mudah menyidik kasus ini, fakta ada proyek sudah terlantar terang benderang, kemudian tinggal memeriksa perusahaan konsultan pengawas yaitu PT Artama Interkonsultindo untuk membuat terang apakah pembayaran oleh PDAM Tirtawening telah sesuai dengan volume pekerjaan. Kita akan dorong penyidik untuk cepat bergerak, ”ujar Fidelis ketika diminta sikapnya, di kawasan Pasteur, Bandung belum lama ini.

Sumber Japos. co lainnya menyebut pihak Kejati Jabar akan menindaklanjutinya tinggal menunggu waktu. “Aspidsus pasti akan menindaklanjuti kasus PDAM Tirtawening mungkin menunggu aaudit oleh BPKP dulu, ”ungkap sumber Japosco yang enggan ditulis namanya di Kejati Jabar.

Sementara Pihak Kejati Jabar melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum, Abdul Muis Ali, SH, MH mengaku belum mengetahui perkembangannya.

“Saya belum tau perkembangannya apa sudah ada yang diperiksa atau belum juga belum tau. Biasanya bila menunggu hasil audit dulu itu namanya audit investigasi oleh BPKP baru dilakukan pemeriksaan.  Kasus itu memang ditangani oleh Pidsus, nantilah kalau ada perkembangan baru saya kasih tau.”, ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya (12/8).

Menanggapi atas dalih pihak Kejati Jabar, Fidelis menjelaskan mereka harus baca Undang-Undang No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab Pengelolaan Keuangan Negara pasal 13 yang menyebutkan pemeriksa dapat melaksanakan pemeriksaan investigatif guna mengungkap adanya indikasi kerugian negara/daerah dan atau unsur pidana. Artinya, ini harus ada permintaan khusus baik dari internal instansi ataupun oleh penyidik. BPKP tidak bisa melakukan audit investigatif tanpa permintaan khusus.

Seperti yang diberitakan Japos.co sebelumnya, Tim Kejaksaan Tinggi Jabar sedang melakukan telaahan dan pendalaman atas kasus dugaan korupsi di PDAM Tirtawening. Hal ini dijelaskan Kasi Penyidikan, Daniel De Rozari, SH, SH, Kasi Penuntutan, Erwin, SH MH, Kasi A, Rahmawan Hari Widodo, SH MH dari jajaran Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar saat menerima audiensi LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, Distrik Kota Bandung dalam aksi unjuk rasa, Kamis (11/7).

“Perkembangan laporan pengaduan PDAM Tirtawening saat ini sedang dalam proses telaahan oleh tim di bidang Tindak Pidana khusus. Tim masih melakukan pendalaman dan saat ini telah melakukan klarifikasi oleh pihak terkait. Selain itu tim masih berkoordinasi dengan bidang Datun (Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara-red.) Kejati Jabar yang melakukan pendampingan terhadap kegiatan tersebut, ” dijelaskan Kejati.

Setelah diberitakan Japos.co tertanggal 15  Mei 2019 banyak pihak mempertanyakan dugaan korupsi di proyek yang menelan anggaran Rp. 63 miliar. Proyek yang baru mencapai progres fisik 50 % itu akhirnya diputus kontrak pada Februari lalu.

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air milik PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirtawening Kota Bandung, di Cikalong, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung amburadul. Proyek yang di bangun di 3 titik bernilai Rp. 63 miliar itu kini dibiarkan terlantar dalam progres fisik 50%. Kontraktornya PT. KP disebut-sebut tak mampu meneruskan pengerjaan. Bahkan upah para pekerja yang rata-rata warga setempat tak dibayar selama 2 bulan sehingga warga melakukan unjuk rasa. Anehnya di lokasi proyek masih terpasang papan nama proyek yang tidak mencantumkan nilai dan sumber anggarannya. Lebih aneh lagi juga terpampang plang Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Menurut sumber, tersungkurnya kontraktor dalam melaksanakan proyek tersebut karena memang digerogoti sejak awal. “Proyek itu sudah menjadi bancakan dari awalnya. Oknum PDAM Tirtawening sudah meminta fee 20%. Bahkan saat sebelum kontraktor meninggalkan pekerjaan yang baru 50%, direksi memerintahkan agar dibayar 80%. Termen I dibayar 40% kepada kontraktor jelang keberangkatan direksi, walikota, dan anggota DPRD ke Jepang. Termen II sebesar 40% dicairkan menjelang pensiunnya Direktur Air Minum Desember 2018. Khusus pembayaran termen II ini tidak untuk kontraktor.

Uang sekitar sebesar Rp. 25 miliar itu dengan nekatnya dibagikan kepada orang-orang yang terlibat proyek. Bahkan keberangkatan umroh walikota  Bandung  beserta keluarga dan keluarga direksi menggunakan SPJ atas nama karyawan PDAM Tirtawening. Jumlah rombongan umroh 60 orang berangkat tanggal 12 Februari 2019 lalu. Berangkatnya walikota dan rombongan ke Jepang juga menggunakan SPJ atas nama karyawan, ”ungkap sumber tersebut, baru-baru ini.

Tudingan miring ini tentu saja dibantah PDAM Tirtawening. Kendati membantah ada kutipan sebesar 20%, Direktur Utama PDAM Tirtawening, Soni Salimi mengakui adanya permasalahan di proyek IPA Cikalong. “Pihak kontraktor tidak mampu menyelesaikaan proyek tersebut sesuai aturan yaaa, kita putus kontrak. Sekarang sedang dihitung semua oleh BPKP. Setelah ada hitungan itu kita akan tender ulang melanjutkannya, “ujar Soni kepada Japosco, di ruang kerjanya saat itu. @lf

 

419 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *