Gugatan Kivlan Zen, Majelis Berikan Waktu 30 Hari Guna Mediasi

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang gugatan perdana Mayjen TNI (PUrn) KIvlan Zen terhadap Jenderal (Purn) Wiranto digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (15/8).

Didalam persidangan Majelis Hakim yang dipimpin Antonius Simbolon memberikan waktu selama 30 hari untuk melakukan mediasi kepada kedua belah pihak.  Menko Polhukam Wiranto dan Kivlan Zen menyepakati  melakukan mediasi terkait gugatan pembentukan Pam Swakarsa.

“Jadi begini yang Mulia, Pak Kivlan ingin ada upaya damai, “ujar kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta dalam persidangan.

Sementara pihak Wiranto menyambut baik Kivlan tersebut.

“Sesuai mekanisme, kita ikuti, “ucap Kuasa hukum Wiranto, Adi Warman.

Adi Warman mengaku akan menyerahkan semua proses mediasi dan penunjukan mediator kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara ini. Hakim Antonius lalu menunjuk hakim PN Jakrata Timur, Nelson J Marbun sebagai mediator.

Majelis menjelaskan untuk upaya damai beberapa pihak tentu pihak penggugat perlu ada mediator penunjuk pihak di pengadilan sementara proses mediasi sebagaimana peraturan MA nomor 1 tahun 2016 waktunya 30 hari.

“Selama 30 hari bisa dimintakan perpanjangan mediator apabila untu kecapaianya perdamaian, “ jelas Majelis.

Majelis juga meminta hadir kepada kedua belah pihak dalam mediasi serta mengingatkan akan sangsi yang diberikan jika salah satu dari mereka tidak punya itikad baik utnuk berdamai.

Jika mediasi berhasil di PN Jakarta Timur, kata Majelis akan dikeluarkan akta perdamaian namun jika mediasi itu gagal maka Majelis akan melanjutkan perkara gugatan Kivlan Zen ini.

Persidangan akan dilanjutkan pada tanggal 26 September 2019 untuk membacakan hasil dari mediasi. Jika mediasi gagal, siding akan dilanjutkan dengan pembacaan gugatan.(d)

.

 251 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *