Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang Dipusaran KKN

Ketapang, JAPOS.CO – Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 di Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat senilai Rp. 64 miliar diduga keras telah melanggar Petunjuk Teknis (Juknis) Permendikbud No. 1 Taahun 2019 dan berpotensi terjadinya unsur Praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada Disdik Kabupaten Ketapang. Demikian dikatakan Drs. Hikmat Siregar selaku Sekjend LSM Gasak Kab. Ketapang. 

Dikatakannya, jumlah Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Se-Kalimantan Barat paling besar adalah di Kabupaten Ketapang yakni senilai Rp. 64 Miliar. Adapun rincian DAK tersebut terdiri dari TK/PAUD  Rp. 3 miliar, SD Rp. 31 miliar dan SMP Rp. 30 miliar.  

“Hasil Investigasi kami di lapangan bahwa penyaluran DAK di Disdik Ketapang tahun 2019 diduga kuat telah melanggar Juknis Permendikbud No 1 Tahun 2019.  Pelaksanaan yang seharusnya Swakelola oleh Panitia Pembangunan dan Satuan Pendidikan (P2S), namun yang terjadi adalah penyalahgunaan wewenang oleh pihak pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, yang telah mengarahkan pelaksanaannya kepada pihak ketiga/rekanan  binaan. Untuk itu kami selaku sosial control akan mengawal proyek-proyek DAK tersebut,” pungkas Drs. Hikmat Siregar kepada japos.co, Selasa (13/08). 

Presiden RI Joko Widodo dalam beberapa pidatonya selalu menekankan dalam pelaksanaan proyek-proyek pemerintah agar ditingkatkan pengawasannya sehingga dapat mengurangi kebocoran-kebocoran anggaran. “Kami akan membantu aparat hukum untuk mengumpulkan data-data jika ada penyimpangan dan penyelewengan dana pemerintah.  

“Dana ini bersumber dari hasil pajak rakyat untuk kemakmuran rakyat, tidak tertutup kemungkinan pihak ketiga/rekanan memberikan fee untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, sehingga sangat memungkinkan terjadi kebocoran-kebocoran dan akhirnya berdampak ke kualitas pelerjaan,” tambahnya melalui keterangan persnya.

Sementara, Drs. Heronimus Jahilin, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang saat dikonfirmasi (13/08) via WhatsApp terkait permasalahan dimaksud, belum memberikan keterangan. (Tim)

 960 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *