Mantan Pejabat Bulog Bantaeng Diganjar 4 Tahun Penjara dan Denda 200 Juta

Bantaeng, JAPOS.CO  -Tindak Pidana Khusus dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bantaeng melakukan eksekusi terhadap Mantan Kepala Bulog Bantaeng di Rumah Tahanan Negara Bantaeng sekira pukul 14.30 WITA, Rabu (14/8).  

Eksekusi ini dipimpin langsung oleh Budiman Abdul Karib, SH selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus dan didampingi oleh Budi Setyawan, SH selaku Kepala Seksi Intelijen.  

Mukhtar Kaimuddin, SE Bin Kaimuddin adalah Mantan Kepala Bulog Bantaeng Tahun 2009 tersangkut perkara pendistribusian beras untuk rakyat miskin di Kabupaten Bantaeng.  Perkara ini merugikan keuangan negara sebesar Rp. 524.003.000. Adapun perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor: 295K/Pid.Sus/2019 tanggal 13 Mei 2019.  

Adapun putusan yang dijatuhkan yaitu: 

  1. Menyatakan terdakwa Mukhtar Kaimuddin, SE Bin Kaimuddin telah terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.
  1. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar Rp. 200 juta dengan ketentuan apabila benda tersebut tidak dibayar maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti denda berupa pidana kurungan selama 2 bulan.
  1. Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 524.003.830.000, dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka terdakwa dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun.
  1. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada perkara tingkat kasasi sebesar Rp 2.500. 

Terkait dengan denda dan uang pengganti sedang dikoordinasikan dengan keluarga terdakwa atau terpidana, agar nantinya dapat dibayar hal tersebut guna kebaikan terdakwa atau terpidana dalam memperoleh hak remisi cuti menjelang bebas dan cuti mengunjungi keluarga.  

Keluarga terdakwa saat ini sedang berdiskusi terkait dengan pembayaran uang denda dan uang pengganti apabila nanti ada kesanggupan maka akan segera dibayarkan pada Kejaksaan Negeri Bantaeng dalam waktu dekat.(Mudahri)

 460 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *