Pria di Bantaeng Tewas Gantung Diri Setelah Istrinya Operasi dan Anak Digugat Cerai

Bantaeng, JAPOS.Co – H.Wahab (50), warga Jalan Bete-Bete, Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng ditemukan tewas di rumahnya pada Selasa (13/8) pagi. 

Wahab mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tambang berwarna biru yang diikat dileher lalu dikaitkan ke pohon mangga  di pekarangan rumah mertuanya. 

Jasadnya ditemukan tergantung sekitar pukul 06.00 WIT, ketika ipar perempuannya bernama Hapsah, hendak membuka pintu rumahnya. 

Pihak keluarga menuturkan, Wahab tewas gantung diri diduga karena depresi yang dia derita selama kurun waktu sebulan belakangan ini. 

Depresi ini ia derita karena masalah rumah tangga dengan sang anak perempuanya dikarnakan akan cerai dengan suaminya dan juga istrinya baru saja mengalami operasi kanker payudara di RSUD dr. Anwar Makkatutu Bantaeng. 

“Sekitar sebulan ini, berbagai masalah, anak perempuanya diduga (digugat) cerai sama suaminya, istrinya sekarang di rawat rumah sakit  sehabis menjalani operasi kanker payudara RSUD Bantaeng,” kata Hapsah, Selasa (13/8). 

Sementara itu, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KA SPKT) Polres Bantaeng Herman di TKP mengatakan bahwa pihanya mendapatkan laporan sekitar  pukul 06:00 WIT, lalu menuju ke TKP. Korban sementara tergantu di pohon mangga. Pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk ipar korban.  

Hasil dari pemeriksaan sementara di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. 

“Kami masih mintai keterangan saksi-saksi di TKP. Saat ini, korban sementara dilakukan visum. Posisi korban saat ditemukan sudah gantung diri di sebuah pohon mangga oleh ipar sendiri. Ia gantung diri dengan tali tambang berwarna biru.Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” terang dia.(Mudahri)

 

 495 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *