Proyek Siluman Senilai 15,03 Milyard Di Pemkab Sidoarjo Di Permasalahkan

Sidoarjo, JAPOS.CO – Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Komunikasi dan informatika sebagai satker ( satuan kerja ) tahun anggaran 2018 melakukan belanja barang berupa Bandwict senilai Rp 13.5 Milyar melalui proses pembelian E catalog mendapat 4500 MBps sekitar bulan oktober 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kominfo Kab Sidoarjo, Yohanes Siswojo beberapa waktu lalu.

Hasil fakta dilapangan Japos.co menemukan adanya dugaan proyek siluman di Pemkab Sidoarjo satuan kerja Dinas Komunikasi dan Informatika berupa bukti surat perintah tugas untuk kerja dari Sekda Kab. Sidoarjo kepada PT indosat TBK dan PT KMN ( Karya Mitra Nusantara ) sebagai mencont  untuk melaksanakan penggelaran kabel  fiber optick yang menghubungkan 8 kecamatan di Kab sidoarjo antara lain Kecamatan Taman, Krian,Prambon, Balongbendo,Sidoarjo, Buduran, Tanggulangi, Candi dan Porong atau keseluruhan sepanjang 70 Km.

Dari 70 Km penggelaran Kabel melalui Sub ducth ini memakan biaya Rp1.260.000.000 dengan estimasi harga Rp 18.000/ M1 dan dihubungkan dengan tiga menara Komunikasi dengan ketinggian 25M  satu menara kaki tiga biaya kontruksi yang dibutuhkan adalah senilai Rp 2.450.000.000 untuk satu menara jadi untuk tiga menara adalah Rp 7.350.000.000  untuk kabel fiber opticknya Dengan specifikasi 44 core single mod seharga Rp 68.000 /m1 jadi kalau dikalikan 70km maka senilai Rp 4.760.000.000 brlumlagi Handhole pekerjaan kontruksi bawah tanah dengan estimasi harga Rp 10.000.000 / unit untuk 10 unit Rp 100.000.000  untuk PPn &PPh 11,5 % atau senilai Rp 1.543.300.000 jadi total biaya yang diperlukan adalah senilai Rp 15.013.300.000. Proyek belasan milyar rupiah ini ternyata diduga proyek siluman pasalnya  tidak ada proses lelang yang diumumkan pada tahun anggaran 2018 maupun 2019

Saat di konfirmasi Japos.co, Kepala kominfo terkait proyek CSR (corporate social responsbility ) dari PT Indosat Tbk tidak memberikan jawaban yang pasti.

Namun ditanya lebih jauh ada kaitannya pengadaan Bandwitch Siswojo memberikan pernyataan yang berubah-ubah.

Sementara Ketua LSM WAR ( Wadah Aspitasi Rakyat ), Didik Wahono menanggapi adanya dugaan proyek siluman mengatakan seharusnya bila belanja barang melalui E catalog barang langsung bisa digunakan untuk mendukung kecepatan kerja dan.pelayanan bukan setelah dibeli baru dibuatkan jaringan.

“Ini artinya azas manfaat dari pembelian yang dilakukan oleh Dinas Kominfo tidak maksimal dan tidak efisien, kenapa tidak membeli pada profider yang telah memiliki jaringan sehingga langsung bisa dimanfaatkan oleh OPD maupun kecamatan–kecamatan, “ jelasnya kepada Japos.co di ruang kerjanya, Kamis (8/8).

” Bukan proyeknya saja yang masuk kategori proyek siluman namun pembangunan menara komunikasinya juga tidak melalui proses yang sewajarnya tidak melakukan sosialisasi, ijin Ho, UKL, UPL dan amdal, “pungkasnya.(ZEIN)

 

 

 648 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *