Kuasa Hukum: Jaksa Salah Melaksanakan Hukum, Kami Ajukan Praperadilan Uji Kewenangan

Jakarta, JAPOS.CO – Atas eksekusi yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kedua terpidana Mathius Mangentang dan Ernawati Simbolon, atas kasus ijazah palsu Sekolah Tinggi Arastamar Injili (STT Setia), Kuasa Hukum ajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (8/8).

Menurut Kuasa Hukum, Herwanto, Jaksa salah melaksanakan hukum.

“Sesuai dengan putusan Jaksa  tidak ada diperintahkan mengeksekuisi, jaksa salah melaksanakan hukum, ” ujar Herwanto yang juga didampingi oleh Dwi Putra Budianto serta istri dari Matheus Mangentang.

Yang menyedihkan, menurut Herwanto pada saat dieksekusi Mathius saat berada di rumah sakit  padahal masih ada infusan dan langsung dimasukan ke Lapas Cipinang.

Dalam melaksanakan eksekusi, kata Herwanto, jaksa tidak menyertakan seluruh putusan dari pengadilan. “Ada point yang tidak dimasukkan oleh jaksa,” ungkapnya.

“Ada point 4 yang menyatakan bahwa para terdakwa tetap pada tahanan kota itu point terakhir dalam putusannya,” tambahnya.

Masih kata Herwanto, untuk itu kedepannya akan menguji apakah kewenangan yang dilakukan oleh Jaksa ini sudah benar.

“Pra Peradilan ini dilakukan untuk menguji apakah kewenangan yang dilakukan oleh jaksa apakah sudah melakukan dengan aturan Undang-Undang yang berlaku di Republik Indonesia, “

“Kami merasa ada yang disembunyikan oleh Jaksa, sehingga kami mendaftarkan pra peradilan ini, “terangnya.

Hal ini, menurut Herwanto adalah untuk menguji apakah kewenangan itu sudah dilakukan dengan semestinya atau melampaui kewenangan Jaksa.

“Kami bersyukurnya adalah Pengadilan ini (PN Jaktim-red) yang memberikan putusan, “tutupnya.

Sebagai informasi, dari berkas berita acara yang ditunjukkan ke media diketahui berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (P-48) Nomor: Print-684 /O.1.13.3/Epp.3/07/2019 tanggal 16 Jull 2019, telah melaksanakan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 3319 k/pid.Sus/2018 tanggal 13 Pebruari 2019, dengan amar putusan menyatakan terdakwa

Matheus Mangentang, STh dan terdakwa II. Ernawaty Simbolon telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “secara bersama-sama memberikan Ijazah tanpa hak” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 67 ayat (1) UndangUndang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana daIam perkara atas nama terdakwa I. Matheus Mangentang, STh dan terdakwa II. Ernwaty Simbolon, dengan cara memasukkan/menempatkan terdakwa II. Ernawaty Simbolon tersebut ke Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu Jakarta Timur untuk menjalani pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sebesar Rp.1.000.000.000,(satu miliar rupiah) dengan ketentuan apablla denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan, dikurangi seluruhnya dengan masa penangkapan dan penahanan Rutan dan Kota yang telah dijalani terdakwa.(d2)

 374 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *