Jaksa: Ernawati Menyerahkan Diri, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Selanjutnya Praperadilan dan PK

Jakarta, JAPOS.CO – Terpidana kasus ijazah palsu Sekolah Tinggi Teologi Arastamar (STT Setia), Ernawati Simbolon menyerahkan diri setelah sebelumnya Mathius Mangentang dijemput pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (5/8).

Dalam pantauan Japos.co, Ernawati yang dihantar keluarga datang kekantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dan langsung dibawa ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur oleh JPU.

Kuasa Hukum terdakwa, Dwi Putra Budiyanto mengatakan Jaksa hanya menjalankan amar putusan yang terdapat pada nomor dua.

“Jaksa menggunakan Amar putusan nomor 2, dan kami masih menanyakan waktu banding bersama Kasasi pun dari Kejaksaan masih menanyakan tentang putusan yang sedang dijalankan mau ikut putusan seperti apa dan bagaimana, “ujar Dwi di Rutan Pondok Bambu kepada wartawan.

Menurut Dwi, akan ada langkah hukum yang lain dalam perkara ini.

“Tentunya kami akan berkoordinasi dengan tim hukum Mathius, tim gereja dan lainnya. Pasalnya perkara ini sudah lama sedangkan putusan terakhir Mathius tetap tahanan kota, “terangnya.

Lanjutnya, mungkin langkah hukum nantinya dengan kuasa hukum yang lain akan menggunakan haknya menggunakan PK, sedang disusun tunggu 1 atau dua hari sedang disiapkan untuk langkah praperadilan tentang putusan ini semua.

“Praperadilan itu tentang penahanannya kalau kasus itu nanti akan di PK,” tegasnya.

Namun Dwi merasa aneh, dengan putusan 7 tahun tahanan kota. Menurutnya ini suatu hal yang baru didunia akademisi, dan hal ini akan diuji tentang tahan kota kenapa suatu putusan 7 tahun tetapi tahanan kota.

Masih kata Kuasa Hukum, dia mempertanyakan terkait keributan kasus ini yang mana diketahui sesama pemeluk Nasrani.

“Kenapa sih banyak dari orang kita Nasrani yang selalu ribut sendiri di rumah tangga sendiri. Apakah mereka sendiri menjalankan dengan kasih itu. Ribut tentang yayasan ribut tentang lain-lain yang intern sendiri,” sambungnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Handri menambahkan bahwa terpidana Ernawati Simbolon ini kooperatif dan menyerahkan diri.

“Senin pagi tadi Ernawati datang kekantor menyerahkan diri jadi kita tidak perlu ini (jemput-red) kita sangat menghargai sekali kerja sama mereka dan akhirnya kita bisa melaksanakan eksekusi kedua terpidana ini, “terang Handri yang didampingi Jaksa Donald usai menghantar terpidana kedalam Rutan.

Menurut Handri, dalam proses tersebut tidak ada perdebatan namun perbedaan hanya penapsiran yang berbeda hanya karena bunyi putusan.

“Kita hanya tetap melaksanakan bunyi putusan point dua.Mereka semua memahami posisi masing-masing, “ungkapnya.(D2)

 551 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *