Penggali IPAL Di Margagiri Keluhkan Harga Borongan

Pandeglang, JAPOS.CO – Para penggali lubang untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) dari Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang berlokasi di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupuaten Pandeglang, Provinsi Banten belum lama ini keluhkan rendahnya harga borongan yang bakal diterimanya, hal itu disampaikan salah satu penggali yang namanya enggan disebutkan.

Menurutnya bahwa harga borongan yang bakal di terima hanya sebesar Rp 4 juta. ”Kami bekerja tiga orang sementara pekerjaan yang kami tangani harus selesai dalam jangka tiga minggu, hari pertama kami di beri makan dan rokok keesokan harinya hingga hari Rabu(31/7) kami harus membawa masing-masing, “keluhnya.

Masih menurut penggali, harga tersebut tidaklah wajar, disamping harus selesai selama tiga minggu dan bekerja bertiga sementara volume galian yang harus diselesaikan berukuran panjang 6 meter lebar 4 meter dan kedalaman 3 meter.

Dalam pantauan Japos.co di lokasi tidak terlihat perwakilan dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), dan Kelompok Kerja Sanitasi (Pokjasaan) yang berjumlah 5 orang terdiri dari wakil dari Desa setempat,unsur Posyandu, PKK, organisasi kemasyarakatan,dan masyarakat calon penerima manfaat, padahal keberadaan mereka dirasa penting sebagaimana Peraturan Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Nomor 24/PRT/M/2016 Halaman 23.

Opik yang sebelumnya selaku BKM berkali-kali di hubungin melalui seluler untuk dimintai keterangannya tidak di angkat, apalagi KSM entah siapa sang pemeran KSM itu, begitu juga dengan Pokjasan. Padahal tiga komponen tersebut merupakan penentu keberhasilan atau sebaliknya sebuah kegagalan dalam memanfaatkan Anggaran sebesar Rp 425.000.000 dari Islamic Development Bank (IDB).

“Jika sebuah pekerjaan diawali dengan kemelut dan kekacauan dibidang Administrasi, jangan harap ke depan akan berjalan lancar dalam hal itu. Sejatinya pihak dari komunitas sosial kontrol senantiasa mengkritisi lalu lintas uang Negara yang di gunakan pada Program Sanimas di Marga Giri, “ujar Ahmad Nasrudin Aktifis Aliansi Indonesia, Kabupaten Pandeglang bagian pemantau dan pengguna Aset Negara.(RUS)

 

 

 761 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *