Pengelola Yes Mart : Tidak Ada Maksud Merugikan Siapapun

Pekanbaru, JAPOS.CO – Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan mengamanatkan, tidak diperkenankan ada pelaku usaha minimarket melakukan aktivitas sebelum mengantongi izin operasional. Namun faktanya, itu banyak ditemukan di lapangan dan banyak juga yang masih dalam pengurusan surat izin, tapi usahanya sudah beroperasi.

Seperti kejadian yang menimpa pebisnis Swalayan/Retail bernama Eddy Budiman pemilik swalayan Yes Mart yang telah didatangi segerombolan orang tak dikenal yang datang ke tempat usahanya dengan perbuatan yang tidak menyenangkan.

Saat dikonfirmasi oleh japos.co, Eddy menceritakan mengenai retail yang dibukanya di Kompleks Mall SKA dan kronologis kejadian tersebut.

Ia menceritakan bahwa Yes Mart sudah ada di Kampar di Garuda Sakti di KM 6 dari 2 tahun yang lalu. “Setahun kemudian kami membuka cabang yang baru di Flamboyan di Kota Batak dan tahun berikutnya kami membuka cabang yang ketiga lagi di Kompleks Ruko Mall SKA Blok H Pekanbaru. Alasan kami membuka usaha ini di Kompleks Ruko Mall SKA ini adalah karena ruko tersebut milik kami sendiri sejak Tahun 1996 jauh sebelum ada Mall SKA dibangun. Dulu sebelum ada Mall SKA, ruko di sekitar tempat itu sangat sepi dan akhirnya kita manfaatkan di sana untuk menyimpan barang/gudang dan kita memang sudah punya usaha di sana sejak dari dulu,” ungkapnya. 

“Sehubungan lokasi sekitar SKA semakin berkembang, kami pun berinisiatif untuk membuka Yes Mart yang ketiga pada  26 Juli 2019 lalu. Jadi pada waktu itu sebelum kami membuka usaha ini, kami sudah mendapatkan izin dari RT, RW, lurah dan camat setempat dan kami sudah mengurus BPP di Kantor Walikota. Waktu itu katanya orang yang mengurusnya sedang ada kegiatan training di Jakarta, makanya surat-surat/dokumen belum selesai sampai hari ini. Menurut mereka tidak ada masalah jika mau memulai usaha ini sebab dokumen dalam proses pengurusan,” lanjutnya.

“Tetapi pada saat kita buka, kira-kira sekitar jam 2 siang ada serombongan orang/sekitar 20 orang datang ke toko kami sambil marah-marah dan membentak. Mereka memfoto barang-barang kami dan mengeceknya satu persatu. Dengan keras mereka membentak karyawan kami dan akhirnya mereka setelah bertemu dengan  penanggung jawab di toko saya yang bernama Evan, mereka sambil marah-marah minta agar toko kami segera ditutup, dengan alasan bahwa harga barang-barang yang kami jual lebih murah dari harga toko mereka dan akhirnya mereka pulang,” jelasnya.

Menurutnya, dalam dunia bisnis dagang wajar saja jika ada persaingan harga dan seseorang juga tidak punya hak untuk memaksakan orang berbelanja dimana saja. Para konsumen pastilah mencari harga yang lebih murah, pelayanan yang baik, lokasi yang gampang dijangkau oleh konsumen dan banyak faktor lain.

“Sama sekali tidak ada maksud kami untuk merugikan pihak manapun, kami di tempat itu sudah cukup lama, ada hampir 20 Tahun. Kami merasa bahwa selaku pengusaha yang berusaha membuka lapangan pekerjaan, mengapa kami diperlakukan seperti ini. Sepertinya hak kami  dirampas, kami di demo, dihalang-halangi bahkan diancam. Kami sudah melaporkan kejadian yang tidak menyenangkan ini ke Polsek setempat. Untuk itu kami meminta kepada pihak yang berwewenang untuk bisa membantu kami memperjelas Surat Izin Usaha kami tersebut. Sebagai warga Negara Indonesia, kami berhak mendapatkan informasi yang jelas atau masukan dari dinas terkait, jika kami punya kesalahan, kami minta dikoreksi,“ jelasnya.

“Kami juga melihat perkembangan kompleks Mall SKA sudah sangat pesat, dan kami juga melihat ada indomaret sebanyak 2 titik dan mereka bisa beroperasi dengan baik tanpa ada halangan. Saya  sebagai warga setempat, mengapa saya dihalang-halangi. Jika masalah harga kami lebih murah, menurut saya itu relative ya.  Dan intinya teman-teman yang menolak kedatangan kami,” tutupnya.

Sementara Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Hutasuhut saat dikonfirmasi menyangkut kejadian ini kepada japos.co mengatakan bahwa mereka tidak pernah menghalang-halangi bagi yang ingin membuka usaha, asalkan Izin Usaha sudah dikantongi oleh perusahaan tersebut. (AH)

 2,024 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *