Teroris Penembak Polisi Di Tol Kanci di Tuntut 20 Tahun Penjara

Jakarta, JAPOS.CO – Pengadilan Negeri Jakarta Timur, menggelar sidang lanjutan terdakwa Muhammad Untung terkait terorisme dengan agenda pembacaan tuntutan, Senin (29/7).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Muhammad Untung dengan Pasal 15 huruf 6 UU No. 5 tahun 2018 tentang perbuatan atas Undang Undang No.13 Tahun 2003 tentang penetapan Pengganti Peraturan Pemerintah Undang Undang No.1 tahun 2002 tentang tindak pidana terorisme.

M Untung alias Abu Salam yang mengikuti aksi amaliah melakukan penembakan anggota polisi yang berpatroli di tol Kanci – Pejagan tepatnya KM 244.

Adapun korban Ajun Inspektur Satu Dodon dan Ajun Inspektur Satu Widi mereka merupakan anggota Subdirektorat Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.

Pada saat itu kedua petugas tersebut melihat ada tiga orang pria tak dikenal yang sedang duduk di pembatas jalan.Saat Dodon dan Widi menghampiri dan memberi imbauan agar tidak berdiam diri di pembatas jalan, tiba-tiba salah satu dari mereka langsung memuntahkan timah panas ke arah korban.

Sementara dalam tuntutannya, Jaksa memaparkan bahwa terdakwa merupakan Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon.

Bukan hanya itu, terdakwa juga mendukung Daulah, mengikuti berbagai kajian dan mengikuti aksi amaliyah penembakan anggota polisi yang berpatroli serta merebut senjata api milik anggota kepolisian dengan tujuan jihad.

Terdakwa menganggap bahwa aparat kepolisian telah menghambat menegakan syariat islam di Indonesia.

Atas perbuatan terdakwa, Jaksa menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana diatur dalam Pasal 15 huruf 6 UU No. 5 tahun 2018 tentang perbuatan atas Undang Undang No.13 Tahun 2003 tentang penetapan Pengganti Peraturan Pemerintah Undang Undang No.1 tahun 2002 tentang tindak pidana terorisme.

Dengan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M Untung alias Ibnu Salam berupa pidana selama 20 tahun penjara serta menetapkan biaya perkara sebesar Rp.5.000;

Adapun hal yang memberatkan terdakwa bahwa perbuatan terdakwa telah menimbulkan korban jiwa satu orang anggota polisi dan satu orang luka tembak serta tidak menyesali perbuatannya.

Hal yang meringankan terdakwa mengakui secara terang atas perbuatannya.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa, Deni Tubo meminta waktu kepada majelis untuk menyiapkan nota pembelaan (Pledoi) selama 1 minggu pada Senin tanggal 5 Agustus 2019.(red)

 243 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *