Masyarakat Khawatir Adanya Obat Kadaluarsa di RSU Daut Arif Kualatungkal

Kualatungkal, JAPOS.CO – Kekhawatiran masyarakat Kualatungkal tentang obat – obatan yang sudah kadaluarsa di RSU Daud Arif Kualatungkal sangat tinggi. Hal itu disebabkan banyaknya obat – obatan di RSU Kualatungkal yang sudah kadaluarsa tapi belum dimusnakan oleh pihak RSU Daut Arif Kualatungkal.

 Kasi Penunjang Medik Suparman SKM (30/7) membenarkan hal tersebut bahwa saat ini ada obat – obatan yang sudah kadaluarsa di RSU Daut Arif Kualatungkal. 

“Anggaran pembelian obat – obatan itu setahu saya mulai dari tahun 2013, 2014, 2015 hingga sampai 2017, SOP pemusnahan obat – obat yang sudah kadaluarsa tersebut memang 1 tahun sekali, cuma di setiap tahunnya obat – obat yang kadaluarsa tidak banyak hanya beberapa aitem obat saja, maka dari itu obat – obatan tersebut kami kumpulkan ditempat yang aman dan steril dari apapun, setelah numpuk baru kami lakukan pemusnahan. Jumlah nominal keseluruhan obat – obatan yang kadaluarsa pada saat ini sekitar Rp. 300 jutaan, aitem obatnya ada sekitar 50 aitem obat. Obat – obat tersebut juga peruntukannya untuk para penderita penyakit apapun, bila pasien yang tidak tersentuh dengan obat itu, maka terjadilah seperti saat ini. Namun kami dari pihak RSU Daut Arif Kualatungkal memang diwajibkan untuk menyediakan segala obat – obatan, artinya kami memang sudah mempersiapkan obat – obatan untuk semua penyakit. Ya memang harus dipersiapkan obat – obat tersebut, walaupun penderitanya belakangan ini masih minim, maka terjadilah obat – obatan tersebut kadaluarsa, namun obat apa saja tetap kami stanbaykan,” ungkapnya.

“Saat ini kami dari pihak RSU Daud Arif terkait dengan obat – obat yang kadarluarsa, kami sudah membuat nota dinas untuk memusnakan obat – obatan tersebut. Mudah – mudahan dalam kurun waktu dekat ini obat tersebut segera dimusnakan,” ucap Kasi Penunjang Medik Suparman SKM. 

Darwis (50) salah satu pasien yang sedang berobat di RSU tersebut mengatakan bahwa dirinya khawatir adanya obat-obat kadaluarsa di RSU tersebut. 

“Kita sebagai pasien sangat khawatir tentang obat – obatan yang sudah kadaluarsa. Kita tidak menuduh siapapun, baik dari pihak manapun yang akan berbuat apa saja yang diluar pemikiran kita. Kekhawatiran ini mungkin saja terjadi dan kapan saja bisa terjadi, soalnya sudah banyak contoh dan kita lihat di media elextronik.Obat – obatan tersebut ada si pembelinya, lantas obat tersebut kemasannya bisa saja diganti dengan yang baru tidak kadaluarsa, lalu diedarkan kembali ke mana –mana. Nah kalau kejadian seperti ini terjadi di wilayah kita maupun di tempat lain, tentunya kita masyarakat sangat susah ya. Jangankan untuk sembuh, yang ada bakal lebih parah lagi, karena kita telah mengkomsumsi obat yang sudah kadaluarsa. Ini sudah menyangkut dengan kemanusiaan,” ungkapnya. 

“Harapan kami sebagai masyarakat, maunya pihak RSU segera ambil tindakan untuk memusnakan obat – obatan yang sudah kadaluarsa tersebut, walaupun di setiap tahunnya obat – obatan tersebut terdapat ada yang kadaluarsa, kalau bisa jangan sampai menunggu obat -obatan tersebut menumpuk di setiap tahunya lalu baru dimusnakan, hal ini tentu menjadi kekhawatiran bagi para masyarakat setempat jika pihak RSU tidak cepat mengambil tindakan,” harapnya, Selasa (30/7).(Tenk)

 207 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *