Sekda Kampar Dan Inspektorat Diminta Segera Panggil Kades Suparna

Pekanbaru, JAPOS.CO – Masyarakat Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar semakin geram saja dengan perbuatan Suparna yang diduga telah menyalahgunakan Jabatannya sebagai Kades dan juga diduga telah menyalahgunakan PAD Desa Bukit Kemuning untuk memperkaya diri sendiri.

Masyarakat mendatangi Kantor Bupati yang terletak di Bangkinang Kab. Kampar untuk menyerahkan Laporan Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Penyalahgunaan PAD Desa Bukit Kemuning kepada SEKDA Kab. Kampar dan kepada Inspektorat, Yoesri, Senin (22/07).

“Mengenai Laporan dari Masyarakat atas oknum Kades Desa Bukit Kemuning, Inspektorat akan turun tangan untuk menindaklajuti laporan tersebut, ”tegas Yoesri kepada Japos.co melalui sambungan seluler.

Menurut seorang warga Desa Bukit Kemuning yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa sejak Suparna dilantik sebagai Kades di Desa mereka, Kades tersebut tidak mau bekerjasama dengan BPD, bahkan sangat cuek dan terkesan tidak perduli dengan BPD Desa Bukit Kemuning.

Sementara Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa), H. Sargianto menambahkan bahwa saat ini adalah Puncak dari kemarahan warga Desa Bukit Kemuning terhadap perbuatan Suparna.

Ia juga mengatakan sejak Camat melantik pengurus BPD Desa Bukit Kemuning yang baru, Kepala Desa tidak pernah mengundang BPD untuk membahas penggunaan anggaran Desa Bukit Kemuning, Suparna tidak pernah bermusyawarah dengan pihak BPD dalam melakukan pembangunan di Desa Bukit Kemuning. Suparna selalu mengambil kebijakan sendiri tanpa melibatkan mereka.

“Suparna kami anggap menyalahgunakan wewenangnya dalam mengambil keputusan, ”ujar ketua BPD.

Bahwa pada tanggal 19 Mei 2019 hari Minggu jam 10 pagi telah terlaksana rapat antara BPD dengan masyarakat Desa Bukit Kemuning yang dihadiri oleh beberapa elemen masyarakat antar lain BABINSA, 2 Orang Mantan Kades, LINMAS, RT, RW, KADUS, Pemegang kontrak pasar, Pemegang kontrak kebun desa, Wartawan, LSM, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat, semuanya berjumlah 40 Orang.

Tujuan diadakannya Rapat BPD dengan Masyarakat untuk membahas Penggunaan Dana PAD Desa Bukit Kemuning yang disinyalir atau diduga telah disalahgunakan oleh Kades Suparna, hasil rapat tersebut antara lain:

1. Dana PAD Kebun Desa seluas 8 Hektare, uang kontrak Rp. 50 Juta/Tahun yang dipegang oleh Sdr.Rahman.
2. Dana PAD Pasar Desa sebesar Rp. 3 Juta/Bulan, pemegang Kontrak Sdr.Tugino.
3. Kontrak Tower TELKOMSEL sebesar Rp. 70 Juta.
4. Uang sebesar 270 Juta yang tidak dibayarkan Sdr. Ramlan ( Mantan Kades) dan masuk ke asset Desa.
5. Uang Administrasi Surat Menyurat termasuk asset Desa.

Menyangkut hal ini Sargiyanto juga mengatakan bahwa dirinya dituduh untuk menjatuhkan Kepala Desa Suparna dan menegaskan bahwa tuduhan itu tidaklah benar.

“Saya tidak pernah melaporkan Suparna atas nama pribadi dan ketika Japos.co mendatangi saya tentu saya sampaikan apa adanya karena saya tahu tugas media sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, “ ujarnya. (TIM)

 523 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *