Keluarga Korban Ijazah Palsu Datangi Kajari Jaktim, Kenapa Belum Di Eksekusi

Jakarta, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri Jakarta Timur didatangi puluhan keluarga korban ijazah palsu Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar (STT Setia), Jumat (26/7) guna mempertanyakan belum dieksekusinya kedua terdakwa Mathius Mangentang dan Ernawati Simbolon.

Juru bicara korban ijazah palsu, Yusuf Abraham Selly meminta kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur agar merespon tuntutan keluarga korban agar segera dieksekusi kedua terdakwa mengingat putusan itu sudah ingchrah.

Sementara Kasi Pidana Umum, Ahmad Fuady menyampaikan permohonan maaf dihadapan keluarga korban STT Setia, pasalnya Kejari Jaktim, Yudi Kristiana tidak berada ditempat.

“Mohon maaf dari Kajari kita, Pak Yudi karena beliau mengajar jadi tidak bias dihubungi dan kami mohon maaf. Terkait tuntutan yang abang sampaikan kami sudah membacanya,” jelas Ahmad saat menerima keluarga korban diruang PTSP Kejaksaan Jaktim.

Menurut Ahmad, berkas perkara tersebut pihaknya sudah menerimanya dan sebagai Jaksa eksekutor dalam batas waktu yang ditentukan akan bekerja dengan professional.

“Selaku Jaksa eksekutor,  kami sangat professional dan sangat- sangat serius menyelesaikan permaslahan dan tidak main-main terutama Mathius Mangentang dan Ernawati SImbolon,” tegasnya.

Sempat terjadi keteganganpun saat Juru bicara korban mempertanyakan proses eksekusi kedua terdakwa.

Ahmad berjanji akan melayangkan surat kembali kepada kedua terdakwa. Namun jika surat tersebut tidak diindahkan, ia akan tetap melakukan eksekusi terhadap Mathius Mangentang dan Ernawati Simbolon.

“Dalam pelaksanaannya ada SOP, kita akan ajukan panggilan pertama, kedua, ketiga dan kita akan cari yang bersangkutan kita upayakan jemput paksa. Yang utama kooperatif dulu panggilan pertama, mudah-mudahan panggilan yang kedua datang,” jelas Ahmad.

Dia meminta agar korban percaya kepada kejaksaan. “ Kalau nggak percaya sama dia dan dia (menunjuk Kasi Eksekusi dan JPU), paling tidak percayalah sama saya, “ujar Ahmad meyakinkan.

Usai pertemuan, Yusuf menyampaikan kepada keluarga korban yang berada di Papua agar tetap tenang karena proses huukum yang tengah bergulir masih berlangsung.

“Yang disampaikan Kasi Pidum bisa dapat dipercaya, saya dan semua yang berjuang di Jakarta mempercayai pejabat di lembaga ini serius melakukan tahap akhir proses, yakni eksekusi, “ terangnya.

Menurut Yusuf, penjelasan Kasi Pidum sangat optimis dan membuat tenang. “Sangat Optimis, perkara segera dapat diselsaikan. Surat pemanggilan kedua sudah dilayangkan namun terpidana tidak ada yang mau menerima. Hari Kamis minggu depan, terdakwa harus datang, kalau tidak datang minggu depan pemanggilan ketiga dengan cara paksa karena tidak kooperatif menanggapi panggilan tersebut, “ tutupnya.(d2)

 

 

 208 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *