Dugaan Korupsi PD Pasar, Penyidik Bisa Sasar Ridwan Kamil

Bandung, JAPOS.CO – Dugaan Korupsi di PD Pasar Bermartabat, Kota Bandung dapat diperdalam dan dikembangkan siapa saja yang terlibat. Penyidik Kejari Bandung bisa menyasar ke para petinggi pengambil keputusan, bahkan Ridwan Kamil sebagai Walikota saat itu. Hal ini disampaikan Ketua Masyarakat Pemerhati Pasar, Akhyad kepada Japos.co saat diminta tanggapannya, di kafe Parijs Van Java, Jl. Ambon, Bandung, Jumat (26/7).

“Pihak penyidik kejaksaan harus mengembangkan penyidikannya siapapun yang terlibat harus mempertanggungjawabkannya. Dewan Pengawas selaku duta Pemerintah Kota Bandung juga harus disasar bahkan Walikota Bandung saat itu Ridwan Kamil selaku walikota Owner BUMD tersebut. Pasalnya saya dapat informasi dana tersebut diduga dipergunakan untuk bisnis garam beryodium bermerek GARAM JUARA. Nah, dalam iklannya kan Ridwan Kamil. Artinya Ridwan Kamil banyak mengetahui masalahnya dan layak diperiksa agar kasus ini menjadi terang benderang. Apakah ada perintah dari Ridwan Kamil? ” ungkap Akhyad.

Akhyad juga merasa heran fungsi SPI (Satuan Pengawas Internal) di Perusahaan Daerah tidak optimal. “SPI itu kan melakukan evaluasi kinerja. Seharusnya kan tahu ada penyalahgunaan uang deposito untuk bisnis garam. SPI tidak optimal menjalankan fungsinya. Bahkan SPI di PD Pasar bisa dikatakan hanya sebagai boneka saja. Sangat tidak sehat sebuah korporasi bila fungsi fungsi internal audit tidak optimal menjalankan fungsinya,”lanjutnya.

“Wajar bila PD Pasar yang mengelola 37 pasar tidak ada satupun yang untung apalagi kalau kita bicara untuk merevitalisasinya. Bahkan hampir seluruh status aset masih bermasalah kepemilikannya dengan masyarakat. Informasi tentang dugaan masalah penyimpangan juga terjadi dalam pengelolaan, parkir, karcis retribusi, SPTB (Surat Pemakaian Tempat Berjualan-red.) dan lainnya. Bila PD Pasar tidak mampu mengelola pasar secara korporasi ya, udah aja kembalikan lagi statusnya menjadi Dinas Pasar dengan anggaran APBD, “tandas Akhyad yang juga Sekjen Forum Ormas.

Lebih jauh dikatakan Akhyad, kasus ini menambah panjang daftar korupsi di lingkup Pemerintah Kota Bandung. “Kasus ini menambah panjang deretan kasus korupsi di lingkup Pemerintah Kota Bandung. Mulai dari korupsi pengadaan tanah di RTH (Ruang Terbuka Hijau -red.) yang sudah ditetapkan 3 tersangka dan saat ini sedang penanganan KPK, dugaan korupsi di PDAM Tirtawening sedang diselidiki oleh Kejati Jabar, Pengadaan Mesin Parkir yang saya dengar sudah ditangani Kejati Jabar dan sekarang PD Pasar yang di media sosial sudah ramai disebut garam gate. Jadi Pemkot Bandung sudah darurat korupsi, “tandasnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Bandung resmi menetapkan Pjs Dirut Perusahaan Daerah Pasar Bermartabat, Kota Bandung, Andri Salman sebagai tersangka korupsi pas bertepatan pada peringatan Hari Adhiyaksa (22/7). Andri diduga menyimpangkan aset deposito perusahaan pada tahun 2017  yang mengakibatkan kerugian negara hingga mencapai Rp. 2,5 miliar.

“Kejari akan terus melakukan pendalaman kasus tersebut. Kita belum melakukan penahanan terhadap tersangka AS. Kita akan lakukan lagi pendalaman-pendalaman baik terhadap saksi-saksi maupun tersangkanya”, paparnya lagi. Tersangka Andri Salman akan dijerat dengan pasal 8 Undang-Undang 31 tahun 1999, junto Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Upaya Japos.co mengkonfirmasikan dugaan korupsi tersebut kepada Andri Salman, Kamis (18/7), sebelum pihak Kejari Bandung menetapkannya sebagai tersangka, tidak berhasil. Andri Salman yang baru datang di kantornya, di Pasar Sederhana, Bandung tidak bersedia menerima Japos.co. “Prosedur disini pakai surat aja pak”, ujar Andi dan Agustin dari Humas menolak secara halus.@lf

 

 

 1,012 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *