Dipimpin Kades Muda, Desa Danau Lancang Mengalami Kemajuan

Pekanbaru, JAPOS.CO – Prioritas penggunaan Dana Desa (DD) di bidang Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 peraturan Menteri Desa PDTT No. 16 tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 wajib dipublikasikan oleh pemerintah desa kepada masyarakat desa di ruang publik sehingga dapat di akses oleh masyarakat desa.

Perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan daerah semakin diperkuat dengan adanya Dana Desa yang dibagikan ke seluruh desa di Indonesia. Dana Desa tersebut terus dioptimalkan penyerapannya melalui Peraturan Menteri No. 16 Tahun 2018 yang mencakup tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa sehingga meminimalisir adanya penyelewengan. Melalui Permen No. 16 Tahun 2018 yang diterbitkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo, Dana Desa memiliki beberapa prioritas yang tercakup dalam 3 Ayat di Pasal 4. Prioritas tersebut diharapkan agar desa memiliki arah dan pandangan mengenai pemanfaatan Dana Desa tersebut.

“Untuk Tahun 2019 ini kita Prioritaskan kepada Pembangunan Ekonomi Kerakyatan, seperti kelompok menjahit, kelompok bertani, berternak kambing dan sapi. Semua bentuk usaha yg kita bangun ini dikelola BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa tetapi hampir 80% BUMDes tidak berfungsi, secara khusus di Kampar kiri ” jelas Kepala Desa Danau Lancang Kec Tapung Hulu Kabupaten Kampar, Azirman kepada Japos.co.

“Kita juga akan membangun WASERDA (Warung Serba Ada) yang bekerjasama dengan pihak Swasta sehingga semua hasil pertanian yang ada di Desa kami bisa dikelola oleh BUMDes” terangnya.

Menurut Azirman, BUMDes merupakan Badan Usaha yang seluruh atau sebagian besar modal usahanya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari Kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola asset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa yang sebesar-besarnya. Jadi tujuan akhir dari BUMDes adalah untuk mensejahterakan Masyarakat Desa.

“Untuk BUMDes tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar 200 juta rupiah. Ini akan kita salurkan bagi usaha yang dikelola oleh BUMDes dengan sistem pinjaman dan harus dikembalikan dengan cara mencicil dan harus sesuai aturan. Dengan dikembalikannya pinjaman dan beserta bunganya maka akan disalurkan kembali ke masyarakat desa guna menambah modal usaha mereka” jelasnya lagi.

Azirman menambahkan, dana desa juga diperuntukkan untuk pembangunan pekerjaan fisik di desa. Wajib di PKT kan dan memberdayakan masyarakat untuk bekerja. Tapi ada persoalan HK dan mengacu pada UMP, dan jika dihitung-hitung per harinya hanya 100 ribu rupiah. Dengan angka seperti itu masyarakat tidak ada yang mau dan itu yang sedang didiskusikan” ujar Azirman.

Ketika disinggung mengenai maraknya perjudian ikan yang terjadi hampir di seluruh desa yang ada di kampar, Azirman mengatakan penyakit masyarakat seperti judi ikan memang sedang menjamur hampir di seluruh desa dan harus diberantas.

“Masyarakat dengan pihak Kepolisian harus bekerjasama, karena tidaklah mudah untuk memberantas dan mencegahnya. Seperti yang saya lakukan beberapa bulan yang lalu, saya sudah menangkap 10 jenis judi ikan. Tapi pada kenyataannya muncul lagi judi ikan yang lebih besar” jelasnya.

“Mengenai semua program dan perencanaan yang kita buat harus didukung oleh masyarakat desa sehingga kemajuan akan terlihat. Saya sangat optimis, ke depan desa Danau Lancang akan semakin baik ” tutupnya. (TIM)

16 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!