Pengelolaan APBDes Jeruk Legi Rawan Dikorupsi

Sidoarjo, JAPOS.CO – Jeruk legi adalah salah satu desa di Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo yang terletak di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Gresik.   

Sebagaimana di desa-desa lain di Indoneia, Desa Jeruk Legi juga memperoleh kucuran Dana Desa (DD) yang tujuannya adalah untuk pemberdayaan dan pembangunan desa untuk kesejahteraan. 

Ditahun anggaran 2018 Pemdes Jeruk Legi mengalokasikan anggaran senilai Rp 84.418.000. Dana senilai itu direalisasikan untuk pembangunan jembatan dengan panjang 13 m1 dan lebar 1,5m1, berbahan baku besi Kanal WF ukuran 20 cm dan ketebalan 5,78mm.

Dari hasil monitoring dan investigasi japos.co, diketahui harga  kanal WF perlonjor dengan panjang 6 m1 dan ketebalan 7,5 seharga Rp 888.000 dan plat plat bordes kembang seharga Rp 472.000 dengan pajang dan lebar 4mX8m. Jadi untuk pembangunan jembatan WF tanpa pondasi di desa ini menghabiskan sekitar Rp. 20 juta dan bila dialokasikan Rp. 84 juta masih ada sisa Rp. 64 juta.

Sementara pengerjaan jembatan itu dikerjakan oleh Rifa alias Londo yang merupakan warga Desa Jeruk Legi sendiri. Menurut keterangan warga berinisial TN, pengelolaan Dana Desa di Jeruk Legi sangat tertutup dan hanya orang- orang tertentu yang mengetahuinya. 

“Bahkan papan informasi untuk pekerjaan yang dari dana desa ini juga tidak pernah ada mas, inilah yang membuat APBDes rawan di korupsi,” pungkas TN. 

Sementara Kepala Desa Jeruk Legi Ngatining yang dikonfirmasi Japos.co (20/7) sekitar pukul  15.55 wib melalui telepon maupun pesan whatsaap tidak merespon apapun. (Zein) 

16 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!