Polres Labuhanbatu Berhasil Menggagalkan Peredaran Rokok Ilegal

Labuhanbatu, JAPOS.CO

Polres Labuhanbatu mengamankan 79.000 bungkus rokok ilegal bermerek Luffman atau setara dengan Rp.500 juta, rokok tanpa bea  cukai ini diangkut dengan menggunakan truk tronton barang nomor Polisi BL 8845 PZ yang dikemudikan oleh Baktiar Usman (45) warga Aceh. 

Rokok Luffman tersebut  diangkut oleh Ekpedisi Muslim Expres dan menurut pengakuan sopirnya baru kali ini  membawa rokok tersebut, sedangkan angkutan mereka biasa mengangkut pupuk.

Keterangan sopir, Baktiar Usman (45) warga Aceh, mereka tidak mengetahui barang yang dititipkan tersebut adalah rokok, karena awalnya mereka dikasih sample seperti jajanan dan dijanjikan jasa angkutan sebesar Rp.9 juta rupiah dan akan diambil di jalan tol Medan.

“Kami tidak tahu kalau barang tersebut adalah rokok tanpa bea  cukai, hanya sepengetahuan kami adalah jajanan,” terang Baktir, Rabu (17/7/2019).

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang,SH.SIK  memaparkan, penangkapan Rokok Luffman tanpa Bea Cukai sebanyak  79.000 bungkus pada Kamis (11/7/2019) lalu sekira pukul 17.00 WIB di Jalan W.R Supratman, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara. 

Di mana, personel Polres Labuhanbatu mendapat informasi akan melintasnya mobil truk tronton berwarna putih kuning yang membawa rokok tanpa bea cukai di akan melewati wilayah Labuhanbatu.

Petugas langsung melakukan penjagaan di ruas jalan dan sekitar pukul 17.00 WIB  tim berhasil mengamankan 1 unit truk tronton dengan nomor Polisi BL 8845 PZ berwarna putih kuning dan menemukan 158 kotak rokok atau sekitar 79.000 bungkus rokok Luffman tanpa bea cukai.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap sopir dan kenek mobil, mereka menerangkan rokok tanpa bea cukai tersebut didapat dari saudara Amir (40) warga Jambi,” jelasnya.

Kapolres Labuhanbatu menegaskan bahwa tindak pidana yang disangkakan sesuai dengan Pasal 54 Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 Tentang Bea dan Cukai.

“Kerugian yang dialami oleh negara diperhitungkan sekitar Rp.268.600.000,” jelas AKBP Frido Situmorang, SH. SIK. (At) 

 261 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *