Kadisdik Labuhanbatu: Akan Kami Usulkan Agar Permendikbud No.51 Tentang PPBD Zonasi Direvisi

Labuhanbatu,  JAPOS.CO

Kepala Dinas  Pendidikan (Kadisdik)  Kabupaten Labuhanbatu Sarimpunan menyampaikan kepada wartawan pada Kamis (18/7/2019) akan mengusulkan kepada Menteri Pendidikan Republik Indonesia agar Permendikbud No. 51 tentang PPBD Zonasi agar direvisi mengingat banyak daerah tidak sampai jangkauan sistem Zonasi yang diterapkan untuk penerimaan murit baru.

“Kita akan usulkan agar Permendikbud No.51 tentang PPDB ZONASI agar direvisi oleh Pak Menteri Pendidikan” jelas Sarimpunan.

Beberapa daerah di Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tidak masuk Zonasi pada penerimaan murit baru di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Rantau Selatan seperti Ujung Bandar,  Lobu Sona,  Aek Tapa dan Aek Riung Hocklie yang berada wilayat Kecamatan Rantau Selatan.

Akibat hal tersebut orang tua murit merasa kecewa dengan peraturan yang dibuat oleh Menteri Pendidikan
Republik Indonesia tentang penerimaan siswa baru ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)  dengan sisten zonasi karena tidak memenuhi unsur keadilan.

Orang tua murud N. Nababan (39) warga Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan Selasa (16/7/2019) menyampaikan kepada wartawan bahwa calon siswa baru yang masuk SMP untuk daerah Ujung Banadar, Lobusona, Aek Tapa dan Aek Riung Hocklie hanya satu orang yang masuk SMP Negeri 1 Rantau Selatan karena berprestasi dibidang atteletik, sedangkan yang lainnya terpaksa didaftarkan di SMP swasta, jelas N. Nababan.

L. Br Simanjuntak (40) orang tua dari Imanuel Silitonga warga Ujung Bandar merasa pemerintah belum siap untuk melaksanakan aturan zonasi penerimaan murit baru di Labuhanbatu ini mengingat daya tampung SMP Negeri 1 dan 2 Rantau Selatan sangat minim dibanding dengan jumlah murit yang lulus dari Sekolah Dasar (SD), jelasnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Rantau Selatan saat ditemui menyampaikan kalau penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019 ini dengan sistem zonasi dan hanya berjarak sejauh 2,14 KM dari sekolah ini,  jadi untuk wilayah Aek Riung Hocklie,  Lobusona,  Ujung Bandar dan Aek Tapa tidak masuk zonasi.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 ini menambahkan ” menurut saya sistem zonasi yang diterapkan oleh menteri pendidikan ini kurang tepat,  menurut saya harus ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam hal penerimaan siswa baru yakni perestasi dari nilai perolehan, Zonasi dan tingkat ekonomi calon siswa baru.

Kalau hanya sistem zonasi ini saja diterapkan maka kasihan sama siswa yang berperestasi dan siswa kurang mampu,  karena jarak rumah tidak masuk zonasi harus mendaftar ke sekolah swasta,  jelasnya.

Masyarakat Ujung Banda, Lubusona,  Aek Riung Hocklie dan Aek Tapa berharap agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dapat memperhatikan daerah yang tidak masuk zonasi dan dapat memberikan solusi agar semua masyarakat dapat memperoleh pendidikan yang murah dan yang layak. (At)

 224 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *