Ada Oknum Pelaku Pungli Dan Tidak Terdaftar Pengajuan PTSL, Ratusan Masa Datangi BPN Jaktim

Jakarta, JAPOS.CO – Ratusan masa datangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur di jalan Dr Soemarno Kel Pulo Gebang, Kec Cakung, Rabu (17/7).

Masa yang mengatasnamakan Aliansi Tanah Untuk Rakyat yang terdiri Lembaga Kebangunan Jakarta, LBH Lentera Rakyat dan Front Perjuangan tanah Rakyat. Masa datang dengan menggunakan mobil komando dengan membawa alat peraga berupa spanduk, poster dan bendera.

Spanduk yang bertuliskan “Tanah Untuk Rakyat Berikan kepada Rakyat”, “BPN & Mafia Tanah Semoga Makan Angin”.

“Kita memasuki era baru, sebuah era dimana Ir. Joko Widodo menjabat Presiden Republik lndonesia untuk periode keduanya. Pada masa pemerintahannya yang pertama 2014-2019 Ir. Joko Widodo membangun komitmen tentang Agraria dengan menerjemahkan UUPA 1960 melalui diterbitkannya Inpres 2 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dan Perpres 28 Tahun 2018 Tentang Tanah Obyek Reformasi Agraria (TORA),” jelas orator dalam orasinya.

Adapun Maksud dan tujuan aksi tersebut dalam rilisnya menyebutkan bahwa konsep dasar Jokowi tentang Agraria Khususnya pertanahan masih mengacu pada komitmen UUPA 1960 yaitu Registrasi, Pemetaan (PTSL) dan Redistribusi, bagaimana pada tujuan jangka panjangnya adalah bahwa seluruh Rakyat Indonesia bisa menguasai Agraria (Tanah) dengan Prinsip Keadilan Sosial.

Namun, tantangan berat dihadapi Presiden Jokowi dalam menerapkan Cita-cita Agraria tersebut. Hal ini terbukti Tahun 2014 Jokowi menjadi Presiden baru di tahun 2018 Gerakan Pendaftaran dan Pembagian sertipikat tanah baru mulai terlihat itupun setelah Jokowi menerbitkan inpres 2/2018 tentang Percepatan PTSL. 

Di lain sisi perangkat kerja PTSL yang megandalkan Kementrian ATR/BPN sebagai ujung tombak dengan daya dukung Pemerintah Daerah sangat terasa belum memiliki Godwil yang sama dengan Presiden Jokowi, Pemerintah Jokowi berharap Proses PTSL bisa dilakukan dengan cepat dan mudah justru BPN dan Pemda membuatnya menjadi rumit dan bertele-tele.

Pungli, masih menjadi momok bagi rakyat yang ingin mendaftarkan tanahnya melalui PTSL. Disinyalir Oknum BPN dan Pemda (Oknum RT, RW, LMK, Pokmas) masih menjadikan Program PTSL sebagai ladang pungli dengan nominal 2-5 Juta padahal Program PTSL ini telah mendapatkan Subsidi baik dari Pemerintah Pusat maupun Daerah. 

Adapun tuntutan Aliansi Tanah Untuk Rakyat diantaranya :

  1. Tangkap dan Berantas Mafia Pertanahan di Jakarta Timur. 
  2. Tangkap dan Adili oknum Pelaku Pungli PTSL di Jakarta Timur. 
  3. Pemda harus proaktif memberikan pelayanan Informasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program PTSL. 
  4. Kepolisian Republik Indonesia harus turut serta mensukseskan program PTSL melalui penegakan Hukum 
  5. Reformasi Birokrasi BPN demi terwujudnya Reforma Agraria Sejati. 

Sementara perwakilan massa  yang diterima dan ditemui langsung oleh Kepala BPN, Samsul Bahri  menyampaikan bahwa banyak warga yang tidak terdaftar dalam pengajuan PTSL serta terdapat pungli dalam pengambilan sertifikat yang angkanya dari 1 juta hingga 3 juta rupiah.

Kepala BPN, Samsul Bahri menjelaskan bahwa warga yang belum terdaftar masih bias didaftarkan ualang lagi pada tahun 2019 ini.

“Dalam pengurusan sertifikat tidak dipungut biaya dana agar menghubungi ketua dari masing –masing wilayah jika terdapatpungli,” jelasnya.

Menurut Samsul, pihak BPN Jaktim sedang mengurusi 140 ribu bidang tanah di 7 kecamatan, dan baru 39 ribu tahun 2018 yang sudah selesai, sisanya 101 ribu masih dalam proses.

Kepala BPN Jaktim juga menemui massa aksi menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi saat ini hanyalah mis komunikasi, semua bisa di komunikasikan dengan baik-baik.

“Sertifikat bapak-bapak dan ibu-ibu masih dalam proses, kalaupun terjadi keterlambatan karena adanya kesalahan dan keterlambatan nama-nama yang telah diajukan dan saya menjamin sertipikat bapak-bapak dan ibu-ibu pasti akan segera keluar,” tandasnya.(red)

 968 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *