Bekas PJS Desa Cililitan Menyangkal Membeli Laptop dan AC Barang Bekas

Pandeglang, JAPOS.CO – Adanya kabar mencuat mengenai barang – barang milik Desa Cililitan, Kecamatan Picung yang dibelikan bukan barang baru melainkan barang bekas, terjadi saat realisasi anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2017 lalu, saat itu dijabat oleh Masroni, SE selaku PJS terpilih dari Kecamatan Picung.

Informasi yang berhasil dihimpun japos.co, rupanya ada 4 unit laptop dan 1 unit AC yang dibeli secara bekas oleh Pemerintahan Desa Cililitan. Tak hanya 4 unit laptop dan AC saja dibelikan secara bekas, terkuak juga informasi adanya aset desa yang tidak direalisasikan pada tahun yang sama oleh PJS Desa Cililitan berupa 1 unit laptop, lemari es serta 1 unit infokus. Padahal di tahun itu semua sudah dianggarkan untuk direalisasikan. Berbekal informasi yang ada, japos.co berhasil mengkonfirmasi Masroni bekas PJS Desa Cililitan yang diduga sebagai aktor dan pelaku dibalik hal tersebut.

Bertempat di ruangan Camat Picung pada Selasa (16/7), Fithoni selaku Camat Picung dan beberapa Kepala Desa di wilayah Picung hadir menjadi saksi penyangkalan Roni terhadap permasalahan yang terjadi di tahun 2017 lalu, yang kini dirinya pun cuma bekas PJS Desa Cililitan.

Dalam ruangan kantor Camat, Roni berkilah bahwa semua pembelian laptop itu baru. “Terkait dengan pembelian laptop itu semuanya adalah core i3, bahkan baru semua. Semua barubahkan ada dusnya dan ada kwitansinya. Itu sudah saya laporkan ke inspektorat. Terkait dengan AC, AC ada terpasang di ruangan waktu itu di ruangan kepala desa. Hanya mungkin oleh kepala desa yang sekarang di bobok lagi, diacak – acak. Saya tidak tau itu di pasang dimana dan semua itu sudah dibelikan laptop, kulkas dan AC ya. Itu semua sudah dibelikan dan ada terpasang, hanya kalau memang AC dipindahkan atau ini kan saya sudah tidak menjabat lagi dan itu sudah saya sampaikan pertanggungjawaban kepada BPD dan semuanya ini ada. Laptop semua ada, bahkan sampai sekarang semua itu masih dipakai, bahkan kuat. Karena di dalam spek itu pak, tidak menonjolkan spek di dalam RAB itu, karena saya turunan dari PJS yang lama,” ungkapnya.

“Ketika APBDes itu harus ada laptop 5, kita belikan 5 tetapi di dalam APBDes itu tidak ada speknya, sehingga yang penting baru oleh TPK terus saya laporan kepada BPD dan diterima. Kaitan dengan katakanlah mungkin ada kekurangan – kekurangan lainnya, saya juga sudah sampaikan ke BPD dan tembusan ke inspektorat itu sudah selesai,” ucapnya.

Ditanya lebih lanjut soal yang belum direalisasikan berupa 1 unit laptop, lemari es dan infokus, Roni berdalih bahwa laptop ada semuanya itu di pegang sama staf, karena stafnya ada yang diganti, dipecat sama lurah ini (kades sekarang- red), sehingga pada waktu itu semua pegang laptop.

“Kalau lemari es dibelikan sudah, kalo infokus saya minta pertimbangan karena kaitan untuk bayar PBB dan saya berita acarakan itu pada BPD, saya minta untuk bayar PBB jadi dialihkan dibuatkan berita acara untuk bayar PBB,” kilah Roni.

Keterangan berbeda dikatakan Arip Ripa’i selaku Kepala Desa Cililitan terpilih.  Dirinya tidak tau apa-apa. “Saya gak tau apa – apa, masuk ke desa 2018 awal mungkin barang – barangnya ada, wallahu a’lam bekas dan barunya mah saya gak hafal. Enggak tau masa Yayan, tau masa Roni, enggak tau saya. Setelah penyerahan aset – aset desa diserahkan ke saya, ditulisan satu persatu aset desa kalau lemari es dan infokus pembeliannya di masa saya menjabat,” tutur Ripa’i di kantornya pada japos.co. (N@2)

 506 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *