Ini Kata Bupati Mulkan Terkait Lelang Proyek Jembatan Yang Gaduh

Bangka, JAPOS.CO – Proses lelang proyek jembatan Bukit Tambun dan jembatan Bantam Belinyu Tahun 2019, yang sempat gaduh lantaran tak lazimnya persyaratan lelang pada dua proyek jembatan itu dan dianggap terlalu berpihak kepada kontraktor tertentu mendapat tanggapan dari orang nomor satu di Kabupten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

“Proses lelang semua nya diserahkan kepada OPD masing-masing dan saya selaku bupati tidak pernah mengintervensi apa pun untuk kegiatan lelang,” tegas Bupati Bangka Mulkan saat ditemui Japos.co dikantornya, Selasa (15/7). 

Dikatakannya, lelang merupakan proses yang sifatnya umum dan tersistem, soal di PL kan (Penunjukan Langsung/Red) tertentu dari kriteri pejabat lelang, siapa-siapa yang layak untuk dijadikan sebagai pemenang. 

“Lelang kan sifatnya umum, silahkan penentuan nanti, siapa yang menang dan siapa yang tidak menang soal di PL kan tertentu dari kriteria pejabat lelang siapa-siapa yang layak dijadikan pemenang,” ujarnya. 

Disinggung adanya salah satu kontraktor yang merasa di zholimi dan meminta keadilan, Bupati Mulkan menyatakan jika sebenarnya dirinya kurang memahami dan ditegaskannya bahwa yang namanya intervensi atau pun intimidasi terhadap kontraktor bupati tidak berkecimpung dalam hal-hal seperti itu. 

“Saya kurang paham, saya tegaskan yang nama nya intervensi atau pun intimidasi terhadap kontraktor bupati tidak berkecimpung dalam hal-hal seperti itu, semua itu sudah kita serahkan kepada yang berwenang,” tegas Bupati Mulkan sembari menambahkan, siapa pun yang mau jadi pengusaha atau pelaku usaha di Kabupaten Bangka dipersilahkan asalkan jangan gaduh dan yang terpenting NKRI.

Ditemui terpisah,  Yudi selaku Kepala ULP (Unit Layanan Pengadaan) Barang dan Jasa Pemkab Bangka mengatakan lelang 2 jembatan masing-masing dengan nilai Rp. 1,9 miliar dan Rp. 1,3 miliar sudah ada pemenangnya dan juga ada yang peserta menawar.  

“Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan kalau ada perusahaan pemenang tanpa ada yang menawar itu tidak benar.  Semuanya tersistem pak.  Ada yang mendaftar saat lelang ulang kedua yakni CV Karya Koba Jaya, ” sangkal Yudi ketiaka ditemui dikantornya, Senin (15/7).

Namun sayangnya, Yudi selaku Kepala ULP Bangka tidak bisa menunjukkan bukti siapa saja peserta yang ikut mendaftar. “LPSE Bangka sedang error sejak Selasa (9/7).  Kita ULP tidak bisa melihat siapa yang mendaftar itu ranahnya pokja. Intinya kami ULP berkerja secara sistem dan prosedural, ” katanya.  

Di tempat yang sama, Tresno selaku Ketua Pokja 2 jembatan yang menjadi sorotan juga menyakinkan kalau ada peserta yang menawar. “Mana berani kita pak kalau gak ada yang nawar tiba-tiba ada pemenangnya. Seingat saya lelang pertama gagal.  Kemudian lelang kedua ada satu yang menawar yakni CV Karya Koba Jaya sebagai pemenang tunggal,” jelasnya. 

Namun lagi-lagi Tresno juga tidak bisa menunjukkan bukti siapa peserta yang ikut menawar.  “LPSE lagi error sejak seminggu lalu sampai sekarang.  Tadi pagi kami coffe morning dan untuk summary report siapa yang menawar sudah kami sampaikan ke Inspektorat, Pak Darius,” katanya. (Oby)

 359 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *