Daerah Ujung Bandar, Lobusona,  Aek Tapa Dan Aek Riung Rantau Selatan Tidak Masuk Zonasi

Labuhanbatu,  JAPOS. CO

Beberapa daerah di Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tidak masuk Zonasi pada penerimaan murit baru di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Rantau Selatan seperti Ujung Bandar,  Lobu Sona,  Aek Tapa dan Aek Riung Hocklie yang berada wilayat Kecamatan Rantau Selatan.

Akibat hal tersebut orang tua murit merasa kecewa dengan peraturan yang dibuat oleh Menteri Pendidikan
Republik Indonesia tentang penerimaan siswa baru ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)  dengan sisten zonasi karena tidak memenuhi unsur keadilan.

Orang tua murud N. Nababan (39) warga Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan Selasa (16/7/2019) menyampaikan kepada wartawan bahwa calon siswa baru yang masuk SMP untuk daerah Ujung Banadar, Lobusona, Aek Tapa dan Aek Riung Hocklie hanya satu orang yang masuk SMP Negeri 1 Rantau Selatan karena berprestasi dibidang atteletik, sedangkan yang lainnya terpaksa didaftarkan di SMP swasta, jelas N. Nababan.

L. Br Simanjuntak (40) orang tua dari Imanuel Silitonga warga Ujung Bandar merasa pemerintah belum siap untuk melaksanakan aturan zonasi penerimaan murit baru di Labuhanbatu ini mengingat daya tampung SMP Negeri 1 dan 2 Rantau Selatan sangat minim dibanding dengan jumlah murit yang lulus dari Sekolah Dasar (SD), jelasnya.

Beberpa calon siswa baru yang hendak melanjutkan ke SMP sempat bertemu dengan wartawan dan menyampaikan keluhannya atas sistem zonasi yang diterapkan pada siatem penerimaan siswa baru seperti Sela Simamora,  Lowis Nababan,  Imanuel Silitonga, Rotua dan Pejel Samuel Sitorus.

Pejel Samuel Sitorus sempat meneteskan air mata karena harus mendaftarkan diri di sekolah swasta padahal nilai yang diraihnya cukup tinggi rata – rata 9,67, pejel mengaku kalau di sekolah swasta takut ibunya tidak sanggup membiayainya,  karena ayah Pejel sudah meninggal dan Pejel juga punya adik – adik yang juga harus dibiayai, sedangkan hanya ibunya sendiri sebagai tulang punggung. 

Pejel Sitorus berharap agar pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dapat memperhatikan keberadaan mereka. 

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Rantau Selatan saat ditemui menyampaikan kalau penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019 ini dengan sistem zonasi dan hanya berjarak sejauh 2,14 KM dari sekolah ini, jadi untuk wilayah Aek Riung Hocklie, Lobusona, Ujung Bandar dan Aek Tapa tidak masuk zonasi.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 ini menambahkan ” menurut saya sistem zonasi yang diterapkan oleh menteri pendidikan ini kurang tepat, menurut saya harus ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam hal penerimaan siswa baru yakni perestasi dari nilai perolehan, Zonasi dan tingkat ekonomi calon siswa baru.

Kalau hanya sistem zonasi ini saja diterapkan maka kasihan sama siswa yang berperestasi dan siswa kurang mampu, karena jarak rumah tidak masuk zonasi harus mendaftar ke sekolah swasta, jelasnya.

Masyarakat Ujung Banda, Lubusona, Aek Riung Hocklie dan Aek Tapa berharap agar Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dapat memperhatikan daerah yang tidak masuk zonasi dan dapat memberikan solusi agar semua masyarakat dapat memperoleh pendidikan yang murah dan yang layak. (At)

 244 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *