Anggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya Di Silpakan

Pandeglang, JAPOS.CO – Pembelian mobil ambulan Desa Ciawi, Kecamatan Patia yang direalisasikan dari dana desa tahun 2018 tahap II mencapai Rp. 205 juta, anehnya di kwitansi pembelian tertera pembelian mobil ambulan berjenis Suzuki Apv Blind Van ambulan pusling tipe STD/2018 seharga Rp. 187, 875, 839. Dari hal itu jelas adanya kelebihan anggaran sekitar Rp. 17 juta, namun yang dilaporkan oleh Pemerintahan Desa Ciawi realitanya pelaporan anggaran pembelian kendaraan roda 4 yang diperuntukan untuk ambulan tersebut yang dihimpun japos.co yaitu sebesar Rp. 205 juta.

Penampakan adanya kelebihan dari anggaran sebesar Rp. 17 juta tersebut, setidaknya menimbulkan adanya dugaan mark up yang dilakukan Pemerintahan Desa Ciawi, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Namun saat dikonfirmasi Senin (15/7) Muhammad Subur selaku Kepala Desa Ciawi dikantornya berdalih bahwa kelebihan anggaran yang Rp. 17 juta itu di SILPA kan.

“Jadi kenapa ada silpa, nah waktu itu saya tanya ke temen, berapa sih nganggarin mobil ? Jawab temen Rp. 205 juta, dah saya gak liat brosur, horeng mah (tau nya) itu tahun 2017, harga badan pemerintah itu, disitu ternyata tahun 2018 saya katakan segitu kurang, nah karena udah tanggung menganggarkan Rp. 205 juta udah kata saya (kepala desa – red) blad pan aja gak apa – apa, kalo blade pan dapet katanya  (dealer – red) malah kelebihan uang, ya udah ga apa – apa dari pada saya nambahin Rp. 18 juta dari harga Rp. 223 juta, mendingan yang lebihnya di Silpa,” jelasnya.

“Dapat 40 hari saya di telepon, pak mobil udah ada katanya, oke kata saya, sambil ngobrol aja ini ya. Oke datanglah si mobil dengan harga Rp.187, sekian mencapai Rp 188 lah, kan ada Silpa Rp 17 juta, saya ngobrol lah sama operator, gimana ini kata operator, pak mau dipake apa mau dipake bangunan ? Kata saya dari pada saya pegang uang Rp. 17 juta gede enggak, ya udah pake bangunanlah, termasuk uang transport ke Jogja Rp. 6 juta ngambil dari situ.  Nah ada sisa Rp. 11 juta, ya udah ke paping aja, dari pada nanti silpa – silpa setahun kata saya, buktinya temen – temen saya ya ngembaliin Rp. 20, 40, yang 80 juta, ya bangunin aja. Jadi yang di silpa itu yang Rp. 6 juta untuk ongkos ke Jogja, yang Rp. 11 juta buat paping blok 40 meter di Carenang Kidul masih kuranglah 40 meter, saya bangun kan lagi 37 meter lagi tapi anggaran berikutnya,” dalih Subur.

Namun saat di pinta SPJ atau pun RABnya, dirinya hanya menuliskan rincian di secarik kertas dengan dibubuhi tanda tangannya. (Na2) 

 389 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *