KPK Amankan Rupiah Dan Mata Uang Asing Dari Rudin Gubernur Kepri

Jakarta, JAPOS.CO – Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) terhadap Gubernur Kepri, Nurdin Basirun atas Dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau–pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 serta gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Dalam keterangan pers KPK mengatakan kasus ini menambah deretan jumlah kepala daerah dan jajaran dibawahnya, yang kasusnya diproses oleh KPK dengan berbgai modus korupsi. Hingga saat ini KPK sudah menangani 107 kasus terkait kepala daerah.

Perizinan menjadi salah satu fokus dalam strategi nasioanal pencegahan korupsi yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Seperti yang kita ketahui bersama stranas pencegahan korupsi memiliki tiga fokus yakni sektor perizinan dan tata niaga, keuangan Negara serta penegakan hukun dan reformasi birokrasi. Pembenahan perizinan diharapkan bias memberikan kesempatan pengembangan investasi didaerah dan bukan menjadi ajang mengeruk keuntungan untuk kepentingan tertentu.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan 7 orang yaitu : Gubernur Kepulauan Riau,2 Kepala Dinas, Kepala Bidang, pihak swasta, dan 2 staf dinas.

KPK mengungkapkan kronologis tangkap tangan bahwa KPK menerima informasi akan adanya penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang. Tim mengamankan ABK pihak swasta, dan BUH, Kepala Bidang Perikanan saat akan keluar  dari area Pelabuhan. Dari tangan BUH mengamankan SGD6.000.

Tersangka dibawa ke Kepolisian Resort Tanjung Pinang, Batam. kemudian KPK meminta 2 orang staf Dinas yaitu MSL dan ARA untuk datang ke Polres Tanjungpinang guna dimintai keterangan.

Secara pararel tim mengamankan NBA, Gubernur Kepulauan Riau di rumah dinasnya didaerah Tanjungpinang, disana tim KPK  juga mengamankan NWN. Dari tas ditemukan sejumlah uang yang berada dikamar rumah dinas Gubernur,  NBA, KPK diantaranya SGD 43.942 (  empat puluh tiga sembilan ratus empat puluh dua dollar Singapore), USD 5.303 ( lima ribu tiga ratus tiga dollar Amerika), EURO 5 (lima eruo), RM 407 (empat ratus tujuh Ringgit Malaysia), Riyal 500 (lima ratus riyal), IDR  132.610.000 (sertus tiga puluh dua juta enam ratus sepuluh ribu).

Kemudian tujuh orang tersebut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK menggunakan penerbangan dari Bandara International Raja Haji Fisabillilah, Kamis (11/7). Mereka tiba di Gedung KPK untuk menjalani proses selanjutnya

Meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka yang diduga sebagai penerima yakni NBA, Gubernur Kepulauan Riau, EDS, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, BUH, Kepala Bidang Perikanan dan diduga sebagai pemberi ABK, pihak swasta.

Pasal yang disangkakan kepada NBA, melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 b Undang-Undang Nomor 31 Tahuin 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1)ke1 KUHP.

EDS dan BUH melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahuin 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1)ke1 KUHP.

Sedangkan ABK disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahuin 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1)ke 1 KUHP.(d2)

 

60 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!