Irigasi Desa Ambruk, Tanggungjawab Siapa?

(ilustrasi irigasi ambruk)

Sukabumi, JAPOS.CO – Pasca bencana yang terjadi pada bulan April lalu, yang mengakibatkan ambruknya saluran irigasi desa yang berlokasi di Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, sampai saat ini belum ada perbaikan, dimana irigasi tersebut mengairi 30 hektar sawah produktif di empat desa, yakni Desa Sukamulya, Desa Muara Dua, Desa Mekar Jaya dan Desa Caringin Wetan Kecamatan Caringin. 

Keluhan para penggarap sawah di empat desa tersebut, termasuk empat Mitra Cai di antaranya Mitra Cai  Desa Mekar Jaya, Kecamatan Caringin.

Menurut Heriawan pengelola Mitra Cai mengeluhkan keberadaan saluran irigasi Cipangkalan yang terletak di Desa Sukamulya yang terkena musibah.

“Keluhannya sampai saat ini belum ada perbaikan padahal sudah diajukan secara lisan baik tingkat desan dan kecamatan bahkan sampai muspida,” jelasnya saat ditemui Japos.co di kantor Kecamatan, Selasa (10/7)

“Kami perihatin, melihat kondisi seperti ini, dimana kami sebagai mitra cai atau ulu ulu, yang setiap harinya bergelut menghadapi keberadaan sawah dan irigasi, jadi kami mengetahui persis kondisi petani penggarap saat ini, ketika belum ada perbaikan dan kami juga bingung kalau irigasi desa itu yang bertanggung jawabnya siapa,” kata Heriawan yang diamini rekan Mitra Cai lainnya. 

Ambruknya irigasi Desa Cipangkalan, menurutnya ketika itu, nampak semuanya hadir dan turun langsung ke lokasi. dari mulai desa dan muspika bahkan mungkin  sampai ke tingkat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami meminta perbaikan kembali irigasi Cipangkalan yang ambruk, karena itu salah satu sumber air pesawahan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya, 

Sementara Camat Caringin, Syarifudin menanggapi keluhan Mitra Cai tersebut berjanji akan memusyawarahkan secepatnya. “Mungkin dalam minggu ini kami akan panggil desa-desa yang bersangkutan, “singkatnya.(Suyudi)

 

 260 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *