Hibah Ternak Belanja Senilai 1.4 Miliar Diduga Menyimpang

Sidoarjo, JAPOS.CO – Paket lelang belanja barang hibah ternak yang dimenangkan oleh CV Qaisara Mitra Perkasa di jln Nginden VI B No.19 RT 08 RW 04 Kel Nginden Jangkungan Kec Sukolilo Surabaya akan diserahkan kepada masyarakat dari satuan kerja dinas pertanian dan ketahanan pangan dengan pagu paket R Rp. 1.409.500.00;, Hps Rp. 1.393.400.000; dari tahun anggaran 2018. Dari harga penawaran Rp 1.300.000.000 namun harga terkoreksi / harga negosiasi menjadi Rp 1.280.750.000 atau turun sekitar 9%.

Pengemban usaha dibidang peternakan melalui budidaya ternak merupakan salah satu sarana dalam.meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi penggangguran maka perlu untuk menambah populasi sapi, kambing, bebek dan ayam melalui kegiatan bantuan sarana produksi bibit benih ternak bagi kelompok masyarakat.

Lokasi barang hibah pada masyarakat ini adalah enam kelompok tani / ternak antara lain kelompok Maju Jaya  Desa Sepande, Kecamatan Candi berupa Domba 100 ekor, kelompok ternak anggrek Desa Sumokembangsri Kec Balongbendo berupa ayam petelor 4000 ekor, pakan konsentrat ayam, petelor 2009 kg, kelompok Sumberpangan Desa kebonsari  Kec. Candi berupa bebek petelur 3000 ekor, pakan konsentrat 1200 kg , kelompok Tani Subur Desa Kedungrejo Kec. Jabon berupa bebek petelor 3000 ekor,  pakan konsentrat 1200 kg, gapoktan Maju makmur Desa Kedungsugo Kec Prambon berupa sapi betina produktif 10 ekor, Kelompok ternak Tani Wigati Sesa Candipari Kec Porong berupa sapi pengemukan 10 ekor.

Dari hasil Investigasi Japos.co dilapangan menemukan beberapa kejanggalan yang mengarah pada penyimpangan antara lain :

  1. Pada sapi betina produktif setelah dipelihara selama hampir 10 bulan belum bunting dan kondisinya sangat kurus dan bahkan telah mati 2 ekor dan diduga kelompok terdiri dari para perangkat Desa Kedungsugo.
  2. Ayam petelur  saat dserahkan ke kelompok masyarakat mati 219 ekor dan diduga Kepala Desa  atau istrinya menerima ayam 100 ekor.
  3. Bantuan domba di Desa Sepande diduga saat ini telah banyak yang mati, hilang atau dijual penerimanya berdasarkan keterangan warga masyarakat Desa Sepande adalah Kepala Desa.
  4. Untuk bantuan bebek petelor di Desa Kebonsari bebek yang ada dilokasi hanya 2500 ekor kurang 500 ekor penerimanya adalah sekretaris Desa (PNS)

Menurut IM salah satu  warga Desa Kebonsari menjelaskan semua bantuan ternak yang disalurkan pada masyarakat tidak melalui proses pemeriksaan karantina.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kab Sidoarjo, Handayani pada saat dikonfirmasi melalui pesan whatsaap menjelaskan bahwa semua proses hibah telah sesuai dengan regulasi.

Namun Handayani menolak bertanggungjawab terkait banyaknya ternak yang mati hilang atau dijual karena itu makhluk hidup.

Sedangkan Kabid peternakan, Asnan saat akan dimintai tanggapannya tidak pernah masuk kantor dan Toni selaku PPK diduga setali tiga uang dengan Asnan. 

Ketua LSM WAR, Didik Wahono  menambahkan bila proses penerimaan bantuan hibah ternak tidak melalui proses pemeriksaan karantina harus dibuktikan dengan berita acara hasil pemeriksaan karantina yang ditandatngani oleh petugas yang kompeten.

“Jika semua itu tidak ada merupakan pelanggaran hukum dan bila ditemukan kerugian Negara maka unsurnya telah mencukupi untuk dilakukan penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum baik kepolisian maupun aparat hukum yang lain,” jelas Didik kepada Japos.co di kantornya, Kamis (11/7). (Zein)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!