Gubernur : Jumras Bohong Besar! Saya Penjarakan Dia Kalau Tidak Hentikan Itu

Makassar, JAPOS.CO  – Heboh dengan tudingan mahar 10 Miliar di Pilgub 2018, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah akan mempolisikan eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras.

“Tidak ada sama sekali bohong itu, bohong besar dan saya akan penjarakan dia kalau dia tidak hentikan itu. Saya minta 1 kali 24 jam dia tidak minta maaf kepada saya, saya akan akan laporkan ya,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah usai HUT Bhayangkara di Lapangan Karebosi, seperti yang dilansir detik.com, Rabu (10/7).

Menurut Nurdin, pernyataan Jumras merupakan fitnah dan kebohongan besar. Ia meminta agar Jumras segera menghentikan ucapanya.

“Itu bohong, itu bohong besar Jumras itu membuat sebuah kebohongan yang besar dan kalau dia tidak hentikan bicaranya itu saya akan laporkan ke polisi itu adalah pencemaran nama baik,” jelasnya. 

Atas ucapan Jumras, Nurdin membantahnya bahwa tudingan adanya pembagian proyek dan sumbangan dari pengusaha tidak benar. “Saya ingin sampaikan Lillahi Ta’ala kalau tak ada sumbangan dari pengusaha kepada saya apalagi namanya rekanan ya,” tutupnya. 

Sebagai informasi Jumras diketahui dipecat dari posisinya setelah dituduh oleh Gubernur Nurdin Abdullah menerima fee dari pengusaha terkait proyek di Sulsel. Pada pemeriksaan di hak angket, Jumras pun memberi klarifikasi.

“Ada yang tertulis kamu bahwa kamu meminta fee, lalu saya bilang dari siapa? Lalu diambillah surat lalu diperlihatkan ke saya, saya lihat di situ dua perusahaan, dua pengusaha, yang satunya Agung Sucipto, dan satunya bernama Ferry Tandiari,” kata Jumras saat menjelaskan pemecatannya oleh Gubernur Nurdin Abdullah.

Jumras mengatakan, dalam pertemuannya dengan Nurdin Abdullah itu, dia dituduh meminta fee proyek oleh dua pengusaha. Hal itu kemudian dibantah oleh Jumras meski klarifikasinya ke Nurdin tidak didengarkan.

“Sebelum saya tinggalkan tempat itu, saya sampaikan angguh (Agung) itu menunjuk Bapak bahwa pada saat Pilkada Bapak dibantu Rp 10 M, dan itu dihadiri oleh kakak dari Wagub yang mengantar,” ungkapnya.

Jumras mengaku, jauh sebelum pemecatan telah diajak bertemu dengan Sumardi selaku Kepala Bapppenda Sulsel meminta agar paket proyek dikerjakan oleh kedua pengusaha itu dengan alasan mereka telah membantu gubernur pada Pilgub Sulsel.

“Lalu saya jawab silahkan pak, lelang ini terbuka, silahkan diikuti prosesnya. Iya pokoknya bantu dia. Ini saya titipkan kamu Rp 200 juta ambil, saya tolak itu, oleh Pak Sumardi dari dua orang ini. Saya ditunjuk meminta fee,” pungkasnya.(int)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!