Keluarga AKBP. Mindo Tampubolon Mendatangi Mabes Polri

JAKARTA, JAPOS.CO

Keluarga besar AKBP. Mindo Tampubolon, mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesi (Mabes Polri), Jl. Trunojoyo  Jakarta Selatan,   Senin (8/7/19).

Menurut Riki Tampubolon, yang juga kakak kandung dari AKBP. Mindo Tampubolon, kedatangan mereka menjumpai Kabid.  Provam dan Irwasum Mabes Polri untuk berdiskusi masalah hukum yang dihadapi adiknya. Dan berharap Kepolisian memberikan bantuan sebagai mana yang dihadapi Mindo saat ini.

“Kami ke sini sekaligus meminta pendapat dan saran bagaimana langkah hukum ke depan yang baik, mengingat adik saya ini dulunya Polisi di Mabes Polri,” ujarnya.

Riki pun menuturkan, dalam kasus yang menjerat adiknya ini banyak kejanggalan. Mulai dari tahap penyidikan, hingga ke persidangan. “Di awal penyidikan, BAP (berita acara pemeriksaan) berubah tiga kali. Pelaku sebenarnya adalah Rosma (pembantu) dan Ujang kekasihnya,” beber Riki.

Pada BAP pertama dan kedua, nama Mindo Tampubolon tak terlibat. Baru di BAP ketiga, Rosma dan Ujang menyebut nama Mindo sebagai pihak terlibat. Kejanggalan lainnya, jasad korban tak sempat diautopsi dan pada saat rekonstruksi, Mindo yang dijadikan sebagai tersangka tak dihadirkan.

Selain itu, pada tingkat pengadilan, Mindo juga diputus bebas murni karena terbukti tak terlibat dalam kasus pembunuhan. “Karena bebas murni, jaksa langsung kasasi di MA. Oleh hakim agung adik saya diputuskan bersalah dan dihukum seumur hidup,” kata Riki.

Seharusnya, lanjut, hakim agung mempertimbangkan putusan dari hakim di pengadilan dan kontra memori kasasi yang diajukan kuasa hukum adiknya.

Riki pun mengklaim, pihaknya sudah punya novum atau bukti baru untuk memperjuangkan nasib adiknya pada proses PK. “Adalah pokoknya bukti baru yang kami punya,” imbuh dia.

Sementara itu, James Umboh selaku mertua Mindo dan ayah kandung Mega Umboh (korban pembunuhan) meyakini menantunya itu tak terlibat. “Kalau benar dia (Mindo) pelakunya, mana berani selama enam tahun ini dia tinggal bersama saya, menjaga cucu saya,” katanya.

James yang juga purnawirawan polisi ini berharap, ada keadilan bagi menantunya dan bisa dilepaskan dari jerat hukum.

Diketahui, dalam kasus ini, penyidik Polda Kepri menetapkan tiga orang tersangka. Pertama ada Ujang dan Rosma yang merupakan pembantu rumah tangga korban.

Untuk Ujang dan Rosma, keduanya tengah menjalani hukuman setelah diputus bersalah dan dipenjara selama 20 tahun.

Pelaku ketiga adalah Mindo yang merupakan suami korban. Mindo yang sempat diputus bebas murni kini harus ditahan dan menjalani hukuman penjara seumur hidup sesuai putusan kasasi MA.

Setelah berkonsultasi dengan Mabes Polri, Keluarga AKBP Mindo berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutus hukuman penjara seumur hidup. (Pot)

 

 

111 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!