Proyek Gedung Rektor UBB 9,4 Miliar Disebut-Sebut Milik Kontraktor Roland

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Proyek pembangunan peningkatan gedung rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) senilai Rp. 9,4 miliar tahun Anggaran APBD 2019, yang saat ini sedang dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) barang/jasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) santer disebut-sebut milik kontraktor yang bernama Roland.

Meskipun saat ini proyek tersebut sedang dalam proses lelang namun sejumlah pihak menyebut dengan gamlang jika proyek Pembangunan Peningkatan Gedung Rektor UBB milik kontraktor Roland. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Japos.co, tak hanya proyek Pembunganan Peningkatan gedung Rektor UBB saja yang disebut-sebut milik kontraktor Roland, proyek Pembangunan Gedung yang ada di RSUP Seokarno senilai Rp 5 miliar pun disebut-sebut juga miliknya. 

“Proyek itu (Gedung Rektor UBB/Red) milik kontraktor yang bernama Roland, sama halnya dengan proyek gedung RSUP Seokarno. Kedua proyek itu yakni proyek gedung RSUP Seokarno sudah ada pemenang  dan satunya lagi proyek gedung Rektor UBB sedang dalam proses lelang,” ucap salah satu Kontraktor lokal berinisal A, Selasa (2/7). 

Dikatanya, jauh sebelum lelang, dirinya telah mengetahui kalau kedua proyek itu milik kontraktor Roland yang katanya berdomisili di Jakarta. “Jauh sebelum lelang, saya sudah tahu kalau kedua proyek itu milik kontraktor Roland,” ujarnya. 

Terkait dengan lelang proyek peningkatan gedung Rektor UBB yang dilaksanakan ULP Babel, Kurnia selaku Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa mengakui bahwa saat ini pihaknya sedang melaksanakan proses lelang proyek pembangunan peningkatan gedung Rektor UBB senilai Rp. 9,4 miliar itu. 

Ditegaskan Kurniawan, pihaknya (Pokja/Red) dalam hal ini akan bekerja profesional dan bepegang kepada peraturan yang sudah ada. “Iya, proses lelang dalam hal ini, kami bekerja profesional dan sesuai aturan, itu saja,” tegas Kurniawan saat ditemui dikantornya, Selasa ( 2/7). 

Disinggung apakah benar ada pihak-pihak luar yang mengintervensi pokja untuk memenangkan kontraktor tertentu pada proyek pembangunan peningkatan gedung rektor UBB, Kurniawan kembali menegaskan bahwa tidak ada pihak manapun yang dapat mengintervensi pokja dalam hal lelang. 

“Proses lelang semuanya sudah tersistem, untuk itu Pokja tidak bisa di intervensi pihak mana pun,” ungkap Pria yang digadang-gadang tak lama lagi menjabat sebagai PLT Dinas PU Babel ini.  (Oby)

 435 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *