Proyek Jl. Kamboja Baru KKU Rp 5,7 M Amburadul, Disinyalir Menjadi Ajang Kampanye Politik

Ketapang, JAPOS.CO – Proyek peningkatan ruas jalan Dermaga Kamboja Baru – Kamboja Baru, kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat senilai Rp 5.795.600.000 APBD KKU Tahun 2018, disinyalir menjadi ajang kampanye politik Alias Syahroni, caleg Dapil 2 Kecamatan Pulau Maya dan Kecamatan kepulauan Kalimata nomor urut 4 dari partai Amanat Nasional (PAN).

Alias diduga menjadi calo di proyek tersebut. Ini terungkap dari dokumen yang dimiliki Japos.co dimana di dalam dokumen berita acara klarifikasi penawaran kualifikasi harusnya pemilik PT. Gemilang Nusa Perkasa atas nama Sugiri yang bertanda tangan, namun yang bertanda tangan adalah Alias Syaroni. selain itu sebagian besar masyarakat Pulau Maya mengakui bahwa proyek tersebut milik  Alias Syaroni.

bBhkan dalam kampanye politik juga disampaikan Alias Syahoni, bahwa dirinya akan mengaspal jalan tersebut dan jika dirinya terpilih akan melanjutkan proyek jalan tersebu sampai selesai. Dampak dari kampanye proyek jalan tersebut  Alias Syahroni berhasil terpilih sebagai anggota DPRD KKU.

“Proyek tersebut dikerjakan oleh Alias Syahroni caleg DPRD dari Partai PAN, Alias waktu kampanye politik menjelaskan kepada kami akan di aspal jalan ini, bahkan jika dirinya dipilih dan menang, dirinya akan melanjutkan proyek tersebut. Saya selaku masyarakat sangat kecewa dana yang begitu besar namun pekerjaannya tidak seberapa,” jelas Jamaludin, selaku masyarakat Kemboja Baru kepada Japos.co, Minggu (23/6).

Dari hasil fakta di lapangan oleh tim investigasi Japos.co ditemukan ada Pekerjaan tanah, galian tanah, timbunan tanah datang dari sumber galian penyiapan badan jalan, penyiapan badan jalan ,geotextile stabilisator. Pekerjaan berbutir, lapisan pondasi agregat semen kelas A( cement treated base) (CTB) berkualitas rendah karena proses penyiramannya gengunakan air Asin ( air laut). Pekerjaan gorong-gorong dan jembatan : 6 buah gorong -gorong. 1 jembatan juga berkualitas rendah dan sudah mulai rusak karena proses pekerjaanya juga mengunakan air asin (air laut).

Berdasarkan data serta dokumen  item pekerjaan yang harus di kerjakan oleh pihak pelaksana, namun tidak ditemukan dilokasi pekerjaan yaitu : Pekerjaan Tanah;Timbunan Pasir  dengan Volume 107,4 M3. Pekerjaan Aspal; Lapisan resep pengikat dengan volume  1.356,69 liter, Latasir Kelas B dengan volume 3.717 M2. Stuktur,  Fondasi cerucuk penyediaan dan pemasangan cerucuk dengan volume 17.188 M1,  Pasangan Batu 773,3 M3, Pipa PVC Diameter 2 inch 537 M. Dan target panjang pekerjaan yang seharusnya 3.700 m, namun dilokasi hanya 2.000 meter. Dalam dokumen Japos.co tidak ada pekerjaan gorong-gorong dan jembatan namun dikerjakan.

Sugiri Pemilik  PT. Gemilang Nusa Perkasa saat dikonfirmasi di kediamannya beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa “Perusahaan saya di pinjam oleh Alias Syahroni caleg DPRD dari partai PAN  untuk mengerjakan proyek tersebut,  Alias Syahroni mengambil posisi sebagai pengawas  di lapangan di proyek ini, coba menemui langsung Alias Syahroni untuk lakukan koodinasi, ”ungkapnya.

Sementara Mikrad Abadi, ST selaku pejabat pembuat komitmen (PPK)  menuturkan “Proyek tersebut secara fisik 100% sehingga proses pencairan juga 100%, dalam proses pelaksanaan pekerjaan tersebut ada beberapa item pekerjaan yang di adendum. Mikrad Abadi,ST juga menyalahkan disain awal proyek tersebut, sehingga banyak item pekerjaan di adendum. Mikrad Abadi,ST  menjelaskan bahwa Alias Syahroni ditunjuk oleh Pemilik PT. Gemilang Nusa Perkasa sebagai pengawas lapangan,” jelasnya kepada Japos.co, Selasa (25/6),

Terkait pelaksanaan proyek tersebut menggunakan air asin (air laut) dalam mengerjakan proyek tersebut Mikrad Abadi,ST engan berkomentar.

Menanggapi hal tersebut Alias Syahroni menjelaskan dirinya di tunjuk sebagai pengawas oleh PT. Gemilang Nusa Perkasa untuk proyek tersebut.

“Proyek tersebut cair 100%, dan presentasi fisik 100%. Terkait sumber galian tanah datang menurut Alias PT.Batu lapis mineral tidak mampu menyediakan kebutuhan tanah datang sehingga dirinya mengambil sebagian besar tanah datang dari Simpang Dua Perawas kabupaten Ketapang menggunakan Ponton,” ujarnya.

Proyek ini menurut Alias Syahroni tidak ada masalah karena dirinya sudah didatangi Pihak kKjaksaan Negeri ketapang dan Anggota Polda Kalbar. Terkait melakukan kampanye menggunakan proyek ini Alias Syahroni menjelaskan bahwa banyak lawan politik yang mau menjatuhkan dirinya. (AGUSTINUS)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!