Masyarakat Sidoruku Berharap Agar Dugaan Mark Up Penggunaan Dana BUMdes Diusut Tuntas

Labuhanbatu, JAPOS.CO

Masyarakat Desa Sidorukun Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara berharap Agar Laporan Pertanggung Jawaban penggunaan dana BUMDes tahap pertama sebesar Rp. 250.000.000 dipaparkan secara detail didalam musyawarah desa mengingat pada tanggal 8 April 2019 Ketua BUMDes Desa Sudorukun Abdul Rahman Rambe Mengundurkan diri.

Pembangunan kandang ayam di Dusun 3 Desa Sidorukun dengan kafasitas 3000 ekor dengan ompak (penyangga) menggunakan kayu bulat, atap daun rumbia atau nipah, material lainnya menggunakan bambu yang menghabiskan dana Rp. 214.000.000 menuai berbagai pertanyaan bagi masyarakat Desa Sidorukun.

Kafasitas seluruh kandang 4000 ekor,  kandang kafasitas  1000 ekor milik Edi yang sebelumnya telah dibangun dan disewa oleh BUMDes dan kandang ayam kafasitas 3000 ekor dibangun oleh BUMDes Sidorukun. 

Ketua BUMdes Abdul Rahman Rambe (26/6/2019) menyampaikan bahwa untuk bangunan kandang menghabiskan dana Rp. 188.000.000 sudah termasuk listrik, sumur bor dan tower air dan Rp. 30.000.00.untuk fasilitas kantor BUMDes dan BRI Link Rp. 20.000.000.

Saat wartawan meminta rincian dari penggunaan dana BUMDes tersebut Abdul Rahman Rambe tidak bersedia menunjukkan kepada wartawan sehingga semakin banyak tanda tanya tentang penggunaan dana BUMDes ini, kenapa Ketua BUMDes merahasiakan laporan penggunaan anggaran BUMDes yang seharusnya harus disampaikan melalui laporan pertanggung jawaban dengan trasparan.

Beberapa Masyarakat Dusun 2 Desa Sudorukun menyampaikan kepada wartawan (27/6/2019) ” kami sangat berterimakasih kepada wartawan Media Online Japos.co yang berani membongkar dugaan Mark Up pada penggunaan dana BUMDes ini, kami masyarakat juga sebenarnya dari awal sudah curiga tetapi kami tidak berani berkomentar karena takut diinterfensi pihak pemerintahan desa, dan kami takut kalau ada urusan kami dipersulit” jelasnya.

Masyarakat Desa Sidorukun berharap kalau dugaan Mark Up ini tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh pengurus BUMDes maka ini harus diusut tuntas bila perlu kita laporkan ke Polres Labuhanbatu agar diproses secara hukum yang berlaku, harapnya.

Pengurus DPC LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Kamis (27/6/2019) berharap agar pengguna anggaran yang terlibat dan merasa telah hilaf dan menyalah gunakan anggaran BUMDes Desa Sidorukun ini agar segera mengembalikan ke Kas BUMDes sebelum persoalan ini masuk ke rana hukum dan diproses di Unit Tipikor Polres Labuhanbatu, jelas Ketua DPC yang didampingi Sekretaris LSM Penjara.(At)

 256 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *