Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi Rendahkan Profesi Wartawan

Jambi, JAPOS.CO – Merasa tidak terima diberitakan terkait inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Jambi, Fachrori Umar beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jambi, Wahyudin, sempat melontarkan kata-kata tak sedap yang mengarah kepada profesi wartawan.

Sidak Gubernur Jambi itu dilakukan saat hari pertama masuk kerja pasca libur bersama lebaran Idul Fitri 1440 H, salah satunya ke kantor Dispora.

Kronologinya, saat sidak berlangsung, Kadispora Wahyudin tak menyambut kedatangan Gubernur Jambi Fachrori Umar sebagai atasannya. Gubernur Jambi membatalkan sidak ke kantor Dispora Provinsi Jambi pada saat itu. Kejadian itu diberitakan oleh sejumlah media, bahkan menjadi viral di dunia maya. Wahyudin menjadi sorotan dan perbincangan di kalangan pejabat Pemerintah Provinsi Jambi.

Ternyata masalah ini muncul kembali, ketika Kadispora turut menghadiri acara raker Dekranasda, di rumah dinas Gubernur Jambi, Rabu (19/6).

Wahyudin terang-terangan mengatakan bahwa semua kena marah akibat ulah wartawan dan berita sidak Gubernur Jambi jadi viral. Ucapan yang seolah merendahkan profesi wartawan dikatakan Wahyudin dihadapan sejumlah wartawan dan seorang Kepala OPD lainnya yang saat itu tengah mengobrol sebelum acara di mulai.

“Gara-gara tidak dikasih Tunjangan Hari Raya (THR), maka menyerang dengan berita,” sindir Wahyudin saat menghadiri acara raker dekranasda, tanpa menyebut nama wartawan dan media yang dimaksud.

Tiba-tiba saat itu Wahyudin menunjuk salah seorang wartawan yang berdiri tidak jauh dengan nada menantang untuk mengajak wartawan berduel. “Kalau tidak senang ayo di luar,” tantangnya.

Salah seorang wartawan, Tia Puspa (wartawan Bungo TV), saat kejadian kebetulan berada di dekat Wahyudin. Dia membenarkan dan mendengar apa yang diucapkan Kadispora itu. “Saya, Bang Ari, Azam, mendengar Wahyudin ngomong begitu, cuma kami gak mau ribut, makanya kami diamkan saja,” ujar Tia.

Mendengar kalimat tak sedap yang dilontarkan Kadispora itu, membuat sejumlah wartawan liputan Provinsi Jambi merasa dilecehkan dan dihina profesinya sebagai jurnalis.  Namun saat dimintai keterangan atas ucapanya itu, melalui akun messenger, Wahyudin mengatakan hanya bergurau. Dia minta maaf jika dirinya salah.

“Saya bergurau, mohon maaf jika saya salah, saya minta tolong gak usah diramaikan lagi, sekali lagi saya mohon maaf,” tulisnya melalui pesan messenger.

Sementara itu, hingga saat ini, Sekda Provinsi Jambi, HM Dianto saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengenai pejabat OPD Pemprov Jambi yang dianggap melecehkan profesi wartawan, belum dapat dihubungi. (Rizal)

 811 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *