Bangunan Kandang Ayam BUMDes Sidorukun Rp. 214.000.000 Diduga Kuat  Ada Mark Up

Labuhanbatu, JAPOS.CO

Bangunan Kandang ayam BUMDes Desa Sidorukun yang dibangun di Dusun 3 Desa Sudorukun Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara diduga kuat di Mark Up oleh Ketua BUMDes Abdul Rahman Rambe.

Bangunan Kandang ayam dibangun hanya sebahagian dan sebahagian lagi milik Edi yang di sewa oleh BUMDes.

Menurut Pengawas BUMDes Heman Tanjung, Selasa (25/6/2019) menyampaikan kalau menurut Ketua BUMDes untuk pembangunan kandang tersebut menghabiskan biaya Rp.214.000.000 dan untuk kantor dan BRI link Rp. 20.000.000 dan sisa dana BUMDes Rp. 16.000.000 dari dana peryertaan BUMDes penerimaan pertama Rp. 250.000.000.

Herman Tanjung mengaku sebelum Ketua BUMDes Abdul Rahman Rambe mengundurkan diri melakukan serah terima kas BUMDes sebesar Rp. 16.642.000 sisa uang BUMDes Tahun 2017 kepada H. Sutimin pada tanggal 08 April 2019 yang disaksikan oleh Ketua BPD Desa Sudorukun Sudarmanto, S.TP, Saya sendiri Herman Tanjung,  Sekretaris BUMDes Esti Rosiana.

Herman Tanjung menambahkan kalau masalah sisa dana BUMDes sebesar Rp.16.642.000 sudah selesai dan tidak ada masalah,  tetapi yang kami anggap belum selesai pertanggung jawabannya masalah dana sebesar Rp. 214.000.000 untuk membangun kandang ayam,  yang menurut kami tidak masuk akal dan terlalu tinggi untuk ukuran kandang ayam seperti itu,  jelas Herman Tanjung.

Pengawas BUMDes Desa Sidorukun ini juga menjelaskan dan membandingkan bangunan kandang ayam yang dibangun H. Sutimin dengan kafasitas 10.000 ekor dan penyangga bangunan di cor beton hanya menghabiskan Rp.160.000.000 sedangkan bangunan kandang ayam BUMDes desa Sidorukun dengan kafasitas 3.000 ekor dan menggunakan penyangga kayu dilaporkan menghabiskan dana Rp.214.000.000 ” coba menurut kita masuk akal ngak ” kata Herman Tanjung.

Heman Tanjung juga sampaikan bahwa sampai saat ini kami belum pernah menerima rincian penggunaan dana Rp. 214.000.000 dan sebelumnya Bendahara BUMDes Edi mengundurkan diri dan pada 8 April 2019 Ketua BUMDes juga mengundurkan diri,  tanpa surat pertanggu jawaban yang lengkap,  jelasnya.

Kami dari pengawas akan memohon kepada kepala Desa agar melaksanakan rapat Desa dan mengundang masyarakat untuk mendengarkan pertanggu jawaban dari Ketua BUMDes Abdul Rahman Rambe.

Dikediamannya Mantan Ketua BUMDes Abdul Rahman Tanjung pada Selasa (25/6/2019)menyampaikan saya telah mengundurkan diri pada 8 April 2019 dan telah melakukan serah terima kas BUMDes Rp. 16.642.000 kepada H. Sutimin yang disaksikan pengawas,  sekretaris BUMDes, Ketua BPD dan diketahui oleh Kepala Desa,  saya rasa semuanya telah selesai saya pertanggung jawabkan,  jelas Abdul Rahman Rambe.

Abdul Rahman Juga mengaku merasa aneh dengan pemerintahan desa Sidorukun melakukan rapat BUMDes membahas tentang pertanggu jawaban BUMDes tetapi saya tidak diundang,  dan ada laporan ke saya kalau Kepala Desa dan Ketuan BPD menyampaikan di forum kalau saya tidak mau hadir,  kesal Abdul Rahman Rambe.

Edi mantan prlaksana BUMDes Desa Sidorukun saat di temui dirumahnaya menyampaikan kalau dirinya mundur karena ada yang ngak beres didalam kepengurusan,  dan menurut Edi bangunan kandang ayam yang dibangun BUMDes paling menghabiskan biaya tidak lebih dari Rp. 100.000.000, kata Edi.

Kalau dikatakan bangunan kandang ini lebih dari 200 juta saya rasa ini perlu dipertanyakan dan bila perlu diaudit,  jelas Edi. (At)

 729 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *