Ketua Dan Bendahara BUMDes Desa Sidorukun Mendadak Mengundurkan Diri

Labuhanbatu, JAPOS.CO

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidorukun yang mulai berdiri tahun 2016 dengan usaha ternak ayam potong di Dusun 3 Desa Sidorukun Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara dengan modal awal Rp. 250.000.000 menuai pertanyaan bagi masyarakat karena sampai pada akhir tahun 2018 hanya memperoleh keuntungan Rp. 1.200.000 yang dilaporkan pada akhir tahun 2018.

Berbagai pertanyaan muncul dari masyarakat karena pada tahun anggaran 2019, sesudah RKPDes disetujui tiba – tiba pengurus BUMDes mengajukan suntikan dana Rp. 100.000.000 untuk membukan pangkalan gas padahal kandang ayam yang telah dibangun belum dapat berproduksi dengan maksimal dan seharusnya pengurus BUMDes berkosentrasi pada  suatu usaha yang sydah ada sampai  berhasil baru membuka uasaha lainnya.

Pada bulan Juni 2019 ini tiba – tiba Ketua BUMDes Rahman dan bedahara BUMDes mengundurkan diri padahal laporan pertanggunga jawaban untuk serah terima ke pengurus baru belum diselesaikan.

Pada rapat Desa Sidorukun yang dilaksanakan di ruangan rapat Kantor Kepala Desa Sidorukun pada Senin (24/6/2019) terkuaklah semua permasalahannya bahwa bibit ayam tahap ke IV telah masuk dan berumur 14 hari, kurang mendapatkan perawatan karena bola lampu tidak ada dan begitu juga kipasnya kebanyakan sudah rusak.

Ketua BPD Desa Sidorukun Sudarmanto meminta kepada pengurus BUMDes yang masih aktif yakni Herman Tanjung dan salah seorang pengawas supaya dapat memelihara ayam – ayam itu dengan baik sampai panen “kepada pengurus BUMDes tolong lah berikan sedikit rasa ke hewanannya dan rawatlah ayam – ayam itu sebagaimana mestinya sampai waktu panen” harap Sudarmanto.

Deputi dan Pengawas BUMDes mengaku sampai pada saat ini tidak memperbaiki kipas dan membeli bola lampu karena tidak ada kas yang mereka pegang.

Pengakuan Herman Tanjung bahwa bola lampu kandang dicuri saat kandang lagi kosong ( belum dimasukkan bibit).

Kepala Desa Sidorukun Suprapto menyampaikan “tidak masalah ketua dan bendahara BUMDes mengundurkan diri tetapi selaku pembina saya berharap agar mereka membuat dan mempertanggung jawabkan anggaran yang telah mereka gunakan” jelas Suprapto.

Salah satu masyarakat dari Dusun 5 Desa Sidorukun menyampaikan kepada wartawan “heran saya lihat pemerintahan desa ini, makanya payah majunya, sudah tahu pengurus BUMDes nya kerjanya ngak beres, ngapain dikasih lagi uang Rp. 100.000.000, ada masyarakat yang mau bekerja keras malah dana pembinaan yang dikasih minim” jelasnya.

Debi Lubis Pendamping Desa Sidorukun menyampaikan “kita tidak usah mempermasalahkan laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran, tetapi kita harus musyawarahkan bagaimana cara untuk menyelamatkan bibit ayam tahab ke IV ini samapai bisa panen” kata Pendamping Desa.

Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) sudah selayaknya Unit Tipikor Polres Labuhanbatu memanggil dan memeriksa pengguna anggaran BUMDes Desa Sidorukun ini karena dari awal jelas – jelas sudah terjadi mark up pada pembangunan kandang ayam ini, karena hasil pantauan kami satu bangunan saja yang dibangun sedangkan satu bangunan lagi sudah jadi,  laporan mereka untuk membangun dan baiaya sewa mencapai Rp. 230 juta lebih, kami sangat yakin ada yang ngak beres, jelas Ketua DPC LSM Penjara.

Sampai berita ini diturunkan awak media ini belum berhasil menemuai Ketua BUMDes Rahman dan Bedeharanya untuk dikonfirmasi karena tidak mau hadir pada rapat desa. (At) 

 2,150 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *