Hapid : Rehab SDN Caringin 1 Berdasarkan Usulan Mantan Korwil Labuan

Pandeglang  JAPOS. CO – Terkait Rehab ruang kelas baru (RKB) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Caringin 1 Desa Caringin Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Kasie Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang, Hapid mulai terbuka siapa sebenarnya orang yang mengusulkan kepada pihaknya agar SDN tersebut Tahun 2019 ini menerima program perehaban.

Hapid menyampaikan melalui lewat phoncellnya bahwa Program rehab yang saat ini tengah dikerjakan berdasarkan usulan dari Endi.” Itu adalah usulan dari Endi ketika masih aktif sebagai Korwil Dinas Pendidikan di Labuan pada saat itu Endi mengusulkan kepada saya sekaligus berharap agar program pengerjaan rehab RKB di berikan pada SDN Caringin 1,” terang Hapid

Saat dikonfirmasi JAPOS.CO melalui selulernya, Endi terkesan pasif dan tidak mau menjawab, hanya keesokan harinya Endi menjawab dengan singkat, “Saya ada acara di Pandeglang,” ujarnya.

Sementara Suudi, Ketua Komite SDN Caringin 1 menjelaskan Hapid terkesan mancla mencle, sebelumnya mengatkan Dapodik SDN – SDN di Kecamatan Labuan dibuat asak jadi dan hanya SDN Caringin 1 yang berhak memperoleh program rehan RKB namun ucapaan keesokan harinya berubah terkesan menyudutkan mantan Korwil Dindikub Kecamatan Labuan.

“Persoalan Rehab RKB.Kepala Sekolah SDN Caringin 1 sama sekali tidak tahu apalagi mengusulkan’ terangnya.

Mencermati persoalan itu patut di duga adanya satu konspirasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan posisi sekaligus jabatan,bahkan tidak menutup kemungkinan adanya permainan sabun di antara Mereka .

“Kalau kita bicara secara jujur dan rasional SDN – SDN di Labuan itu masih banyak yang membutuhkan perhatian baik berupa pembangunan fisik bersifat rehab maupun seluruhnya, bahkan ada yang sampai saat ini salah satu SDN beratapkan asbes.  Adapun jika beralibi Dapodik sebegitu rendahkah Hapid menyoroti kinerja SDN – SDN di Kecamatan Labuan,” ungkap Maman tokoh muda yang menyoroti pendidikan.

“Kami rasa dari kejadian itu lambat laun bergeser pada dugaan tindakan penyalah gunaan jabatan dan wewenang,bahkan tidak menutup kemungkinan berawal dari soal dugaan Administrasi yang miskin dasar-dasar sebab akibat,akan mengacu dari perdata ke pidana,” pungkas Maman.( Rus)

 

 

 

 

 

 

 446 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *