Disnaker Labuhanbatu Segera Memanggil Manajement PT. SMA

Labuhanbatu, JAPOS.CO

Menanggapi permberitaan di Media Oline mengenai sistem pengupahan yang di lakukan oleh PT. Supra Matra Abadi (SMA) Grup Asian Agri   yang merugikan karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) Rp.55.400 per hari yang bekerja sebagai pemanen di Kebun Kelapa Sawit perusahaan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu Elpin Riswan Siregar melalui Kabid perselisihan Tumpak Manik menyampaikan, Jumat (21/6/2019) akan segera memanggi pihak Managemen PT. SMA untuk memberikan penjelasan atas sistem pengupahan yang dilakukan sehingga merugikan bagi karyawan BHL itu sendiri.

“untuk menindaklanjuti berita ini kami akan segera memanggil pihak manajement PT.SMA untuk dapat memberikan penjelasan kepada kita,  terimakasih kami ucapkan kepada teman – teman wartawan atas segala informasinya” jelas Tumpak Manik.

Tumpak Manik menambahkan bahwa pengupahan yang dilakukan harus berdasarkan hari kerja (HK),  dan apabila ada basis standar yang dibuat perusahaan harus dipenuhi oleh pekerja BHL dan kelebihan dari basis standar boleh dimasukkan ke premi.

Perusahaan PT.SMA tidak boleh memaksakan karyawan BHL untuk bekerja berdasarkan hitungan peremi,  jelasnya.

Ketua PAC LSM Penjara Kecamatan Bilah Hulu Vanhoten Sitorus saat ditemui (21/6/2019) menyampaikan kepada awak media ini bahwa PT. Supara Matra Abadi (SMA)  yang terletak di Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara merupakan perusahaan grup Asian Agri yang salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang perkebunan Kelapa Sawit.

Vanhoten Sitorus menyampaikan sangat disayangkan kalau perusahaan sebesar ini masih melakukan tipu – tipu dan akal – akalan terhadap buruh BHL yang merupakan karyawan level terendah.

” perbuatan pihak manajement perusahaan PT. SMA ini sangat disayangkan,  seharusnya ini tidak boleh dilakukan karena sangat merugikan karyawan BHL yang seharusnya perusahaan harus meningkatkan kesejahteraa karyawan tersebut,  karena karyawan adalah bagian dari aset (harta)  perusahaan itu sendiri” jelas Ketua PAC LSM Penjara.

Karyawan BHL merasa dirugikan karena PT. SMA menerapkan sistem pengupahan dengan perhitungan premi yakni hasil pekerjaan BHL dititipkan kepada karyawa tetap (karyawan SKU) yang rata – rata 100 janajang/ teros per hari dengan nilai premi Rp. 1.700 per janjang dengan upah BHL per hari Rp. 170.000 per hari (100 Tros @ Rp. 1.700 =Rp. 170.000).

Seharusnya pengupahan karyawan BHL dihitung berdasarkan Hari kerja (HK) Rp. 120.000 per HK sesuai dengan basis panen dan selebihnya dihitung sesui harga premi yang ditentukan Rp. 1.700 per janjang. Dalam hal ini seharusnya karyawan BHL menerima upah sebesar Rp. 225.400 per hari (38 tros = 1 HK = Rp.120.000 + premi 62 tros @Rp. 1.700 = Rp. 105.400).

Akibat PT.SMA menghitung sistem pungupahan dengan siatem premi maka merugikan karyawan BHL Rp. 55.400 per hari. (At)

 523 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *