Biaya Milliaran, Gedung dibangun Amburadul

Pekanbaru, JAPOS.CO –  Pekerjaan pada Pembangunan  proyek Relokasi Kantor PT. PELINDO I Gedung 02 dari Pekanbaru ke Perawang diduga tidak sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan dalam pelaksanaannya telah terjadi Perubahan dan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Dari hasil investigasi JAPOS.CO ke lapangan, ditemukan pelaksanaan pembangunan proyek tersebut banyak yang tidak sesuai dengan Bestek yang ada, misalnya Baja WF 250 x 125 x 6 x 9 ternyata temuan di lapangan Baja yang dipasang WF 200 dan disediakan PT. PELINDO I (Persero ), Mutu Beton K.300 ternyata yang dipakai dilapangan adalah + K.225, Mini File yang direncanakan adalah sebanyak 44 titik ternyata yang ada di lapangan adalah sebanyak 26 titik dengan demikian ada selisih jumlah titik Mini File sebanyak 18 titik.

Salah seorang konsultan bangunan yang berdomisili di Pekanbaru, Robinhood,  beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa di dalam Bestek telah ditentukan bahwa drainase harus tertutup, akan tetapi kondisi  yang ditemukan di lapangan drainase terbuka.

Robinhood menambahkan bahwa kondisi bangunan Gedung 02 tersebut pondasinya telah patah seraya menunjukkan tanda – tanda retakan pada dinding gedung tersebut “Sungguh sangat disayangkan, dengan anggaran sebesar itu hampir Rp. 4 Milliar tetapi kualitas dan kondisi bangunannya hanya seperti ini “ jelasnya lagi.

Sementara General Manager Cabang Pekanbaru PT PELINDO I ( Persero ) saat dikonfirmasi, I Wayan Wawan melalui Manager Umum, Budi yang disampaikan melalui Wakil Manager Teknik di ruang aula Cabang Pekanbaru PT PELINDO I mengatakan bahwa PT PELINDO I tidak ada menggunakan dana yang bersumber dari keuangan negara.

Menanggapi temuan tersebut, Budi menjelaskan tidak ada pemberitahuan dari pimpinan dan tanpa menjelaskan siapa nama pimpinan yang ia maksud.

“Tidak diketahui dengan pasti, bahwa adanya pelaksanaan pembangunan gedung yang berlangsung di lingkungan perusahaan BUMN khususnya di lingkungan PT PELINDO I (Persero) tersebut akan selalu dilakukan dengan pola – pola yang tidak bersesuaian dengan Bestek yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan pembangunan fisik,” ungkapnya.

Namun untuk mendapatkan pemberitaan yang berimbang JAPOS.CO kembali mengirimkan surat konfirmasi tertulis kepada Pimpinan perusahaan PT PELINDO I (Persero) di Medan, hingga berita ini diturunkan, jawaban tidak kunjung ada, meski dalam surat tersebut telah disebutkan batas akhir dari penerimaan jawaban atas surat konfirmasi tersebut. (TIM)

 

 173 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *