Sistem Pengupahan PT. SMA Rugikan Karyawan BHL Rp. 55.000 Per Hari

Labuhanbatu, JAPOS.CO

PT. Supra Matra Abadi (SMA) Grup Asian Agri yang berada di Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara dengan sistem pengupahan merugikan Karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) Rp. 55.000 per hari.

Hal ini disampaikan oleh  Karyawan Buruh Harian Lepas (BHL)  (14/6/2019) yang namanya tidak mau dituliskan untuk menjaga terjadinya interpensi dari pihak management PT. SMA,   bahwa mandor satu dan mandor lainnya di Afdeling 4 PT.SMA mengarahkan agar Karyawan BHL yang bekerja sebagai pemanen kelapa sawit tidak memperoleh HK (Harian Kerja)  tetapi hasil panen tandan buah segar (TBS) dimasukkan kehasil panen Karyawan tetap (SKU).

Akibat dari arahan para mador tersebut berakibat merugikan karyawan Rp. 55.000 perhari kerja dan mencapai Rp. 1.375.000 per bulan dan hal inilah yang membuat Karyawan BHL PT. SMA Afedeling 4 menyampaikan keluhannya kepada wartawan.

Mandor 1 Afdeling 4 PT.SMA Edi Sukani saat ditemuai di kantor Afdeling 4 PT. SMA, Selasa (17/6/2019) menyampaikan bahwa karyawan BHL yang tidak memperoleh HK adalah permintaan mereka sendiri tidak mau melakukan cek log (mengisi absen elektronik) sehingga hasil penen mereka dititipkan ke pada Karyawan tetap, hal ini dilakukan untuk mengelakkan hutang dikoperasi dan Bank.

“kalau BHL tidak memiliki HK adalah permintaan mereka sendiri dan menitipakan hasil panennya kepda karyawan tetap untuk menghindarai pemotongan hutang koperasi dan hutang lainya” jelas Edi Sikani.

Menurut Edi Sukani bahwa karyawan BHL dalam satu hari rata – rata memperoleh 100 janjang /tros TBS dan setiap bulannya rata – rata masuk kerja selama 25 hari.

Untuk upah BHL saat ini Rp. 120.000 per hari kerja dengan basis (target) 38 janjang/tros per satu HK dan selebihnya masuk kepada hitungan peremi Rp. 1.700 per janjang, dengan melakukan penitipan hasil kepada pemanen karyawan tetap merka memperoleh upah Rp. 100 tros @ Rp. 1.700 = Rp. 170.000 per hari yang akan dibayarkan oleh pemanen karyawan tetap kepada pemanen BHL setelah gajian karena sistem pembayaran gaji disini melalu ATM Bank.

Edi Sukani juga menambahkan “hal ini hal ini terjadi karena kemauan dari pemanen itu sendiri, mereka tidak mau mlakukan cek log padahal mereka masuk kerja,  mau tidak mau hasil penennya dititipkan ke panen karyawan tetap” jelas mandor 1 Afdeling 4 ini.

Asisten Afdeling 4 Edi Yono menyampaikan tanggapan mengenai hasil panen BHL yang dititipkan kepada pemanen karyawan tetap hal ini merugikan karyawan BHL itu sendiri dan ini tidak boleh dibenarkan karena kalau jumlah HK mereka hanya 2 HK yang masuk maka mereka tidak  akan mendapat tunjangan.

Edi Yono juga menambahkan setahu saya tidak ada disini seperti titip menitip hasil panen BHL itu,  tetapi bapak tanya saja sama mandor saya yang ada disini,  jelas Edi Yono.

Karyawan BHL merasa dirugikan akibat arahan dari para Mandor dimana mereka rata -rata memperoleh 100 janjang TBS setiap hari kalau dihitung dengan premi Rp. 1.700 per janjang semuanya maka upah perhari Rp.170.000 perhari.

Sedangakan kalau BHL pengupahannya dihitung dengan sistem HK maka basis 38 janjang/tros sama dengan satu HK Rp. 120.000 dan sisanya sebanyak 62 janjang /tros masuk kepada premi Rp. 1.700 per tros maka premi kami peroleh Rp. 105.400, dengan sustem. Pengupahan HK ini maka kami memperoleh upah Rp. 225.400 per harinya dan dalam hal ini kami telah dirugikan perusahaan Rp.55.000 per hari atau Rp. 1.375.000 per bulannya,  karena kami rata – rata masuk kerja selama 25 hari dalam satu bulan,  jelas para pemanen BHL.

Manager PT. SMA Frengky Rumah Horbo saat dikonfirmasi melalui telepon seluler menyampaikan “saya sama sekali tidak tahu kalau ada sistem pengupahan  BHL dengan sitem titip kepada karyawan SKU, dan hal ini tidak boleh terjadi, nanti saya cek dulu kebenaranya” jelas Frengky Rumah Horbo.(At)

 1,418 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *